Roti Gempol

Ini adalah salah satu rangkaian wiskul dari reuni geng impulsif wiskul. :”) Member yang ikut adalah ananti, apin, jikung dan saya. Roti Gempol berada di Jl. Gempol Wetan No.14. Kalau nggak salah inget, buka jam 7 pagi sampai jam 9 malam. Tempatnya nggak terlalu besar, jadi kalau tempat duduknya penuh mesti nunggu ada yang kosong deh.

Roti bakarnya ada 2 macam yaitu yang manis dan asin. Roti manis isinya coklat atau selai. Sedangkan roti asin isinya daging asap, telur, dan keju. Ukuran rotinya bisa pilih untuk yang porsi sendiri atau ririungan (beramai-ramai). Rotinya juga bisa dipilih mau yang biasa atau yang gandum. Pertamanya kami bingung bagaimana prosedur pemesanannya karena semua pegawai/pemilik tampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing dan tidak ada yang mendekati kami. xD Akhirnya kami mendekati salah satu pegawai dan diberikan menu dan kertas untuk menuliskan pesanan. Saat itu, karena kelaparan, kami semua memilih roti bakar spesial yang gandum. Haha. Isinya adalah semua pilihan di roti asin: daging asap, telur, dan keju. Harganya 16ribu saja. Saat roti datang, terlihat porsinya tidak terlalu besar. Tapi jangan salah, ternyata mengenyangkan… walaupun kenyangnya tidak bertahan terlalu lama. 😛 Rasanya enakkk, terlihat sekali bahwa mereka menggunakan bahan yang berkualitas. Roti gandumnya empuk, nggak seret. Biar lebih enak, tambahkan saus 135. Oh iya, katanya sih rotinya mereka buat sendiri. Disana kita juga bisa beli roti tawar/roti gandumnya saja. Nggak cuma roti, mereka juga menjual berbagai macam camilan dan minuman. Yuk ah kesana lagi!

sibukk

sibukk

roti bakar spesial

roti bakar spesial

macam-macam cemilan

macam-macam cemilan

Mujigae (+ Korean Restaurants in Bandung Short Review)

Penggemar kdrama atau kpop, pasti sekali-sekali pengen nyobain makanan korea juga. Di Bandung, ada lumayan banyak pilihan restoran korea antara lain Tudari (dekat Maranatha), Myeongga, Bingsoo (Sukajadi), Spoon & Chopstick (Food Court IP), Tokki Pokki (Dago), Mujigae, dan yang terbaru Yoogane (Ciwalk).

Nah yang lagi nge-hits banget nih namanya Mujigae. Lokasinya lumayan strategis, yaitu di Cihampelas Walk. Saya sudah 2 kali makan disana, yang pertama bareng iponk & icha dan yang kedua bareng apin & iponk. Waktu pertama kali kesana kami memesan makanan yang porsinya bisa buat rame-rame. Pilihan jatuh pada Spicy Bulgogi (Korean Beef BBQ), Japchae, dan Korean Fried Chicken. Pengen tteokbokki tapi ternyata nggak ada, padahal itu basic banget buat makanan korea. >< Bulgogi disajikan di atas alat barbeque termasuk kompornya. Hehe, seru. Japchae bisa dibilang mirip bihun goreng, tapi mie-nya jauh lebih bening dan nggak gampang putus. Selain itu campuran sayurannya juga lumayan banyak. Nah bedanya korean fried chicken dengan fried chicken lainnya seperti di McD atau KFC adalah ayamnya dilumuri bumbu yang finger-licking good banget deh. Kalo pernah ke Five Fingers, ya mirip-mirip itulah, kkkk. Untuk minuman, saya memilih Matcha Milk Tea + Asuka Bean. Uniknya di Mujigae adalah, kita bisa langsung memesan makanan melalui iPad yang tersedia di tiap meja. Canggihhh! Selain itu, kalau sudah melakukan pemesanan, kita bisa me-request 1 lagu (kpop tentunya) yang nantinya akan ditampilkan melalui layar besar. Di Mujigae memang dipasang beberapa proyektor yang menayangkan variety show (sebut saja Running Man) & video musik kpop hasil request pengunjung di layar besar. Saat itu saya request lagu VIXX yang On And On. Biar nggak mainstream, haha. Kalau mau bayar tinggal tekan tombol Request for Billing, nanti mas/mbaknya datang dengan si bill dan tinggal dibayar deh.

spicy bulgogi

Japchae

Japchae

VIXX's On And On

VIXX’s On And On

Kedatangan kedua kalinya, kami pesan paket yang buat sendiri-sendiri. Saya pesan Dolsot Bibimbap + Korean Fried Chicken, apin pesan Spicy Bibimbap + Korean Fried Chicken, iponk pesan Cheese Spicy Ramyun. Masing-masing paket dapet banchan (side dish) kimchi. Untuk bibimbap, ngasih gochujang-nya nggak pelit. Porsinya juga super mengenyangkan, harusnya cukup pesan bibimbap biasa trus 1 porsi KFC buat rame-rame. Bibimbap-nya enaaakk, karena itu dolsot bibimbap di dasar mangkoknya ada kerak-kerak nasi yang crunchy banget. Ramyun disajikan di atas panci kecil yang biasa kita lihat di drama-drama itu. Hihi, lucu ya. Biar lebih seru, coba makan ramyun dari atas tutup pancinya. Untuk minuman saya pesan Matcha Milk Tea lagi, abisnya enak sih wadahnya juga lucu mirip vas bunga. Hehe. Apin pesan bingsoo, saya sih nggak nyicip tapi liat porsinya lumayan. Ada satu minuman yang saya pengen coba tapi nggak jadi-jadi, Korean Sea Salt! Next time deh 😛

Btw, koleksi lagu yang bisa di-request nggak update. Jadi saya request lagu NU’EST yang Hello, padahal mereka ada lagu baru. Haha. Karena pas datang kedua kalinya ini saya berdiam cukup lama di Mujigae, akhirnya ketahuanlah kalo most requested group itu SNSD. Sekitar 2,5 jam disana, kurang lebih 5 kali MV SNSD diputar. Dan ternyata juga, lagu yang diputar nggak cuma yang mainstream. Saya kaget saat MV grup nugu seperti GLAM dan Tiny-G diputar. Kirain grup mainstream aja yang bakal di-request. Ah jadi panjang bahas lagu doang. 😛

Dolsot Bibimbap + Korean Fried Chicken

Dolsot Bibimbap + Korean Fried Chicken

Dolsot Bibimbap + Korean Fried Chicken

Dolsot Bibimbap + Korean Fried Chicken

dolsot bibimbap + gochujang

dolsot bibimbap + gochujang

Matcha Milk Tea + Asuka Bean

Matcha Milk Tea + Asuka Bean

Matcha Milk Tea + Asuka Bean

Matcha Milk Tea + Asuka Bean

Untuk harga, memang nggak murah tapi nggak mahal-mahal amat juga. Standarlah buat tempat makan kayak gitu. Paket bibimbap harganya 36.364, matcha milk tea 15.455 (belum termasuk pajak), yang laennya saya lupa. Ampunnn 😛 Tapi kayaknya bulgogi sekitar 60ribu. Oh iya, Mujigae hampir selalu rame jadi kadang mesti waiting list dulu buat dapet tempat. Tapi worth it kok, yuk ah kesana! ^^

Mujigae Resto
Cihampelas Walk Young Street, Bandung 40253
(022) 5200399


Mumpung di atas sempet bahas restoran-restoran korea di bandung, sekalian aja deh review sekilas tempat yang pernah saya kunjungin.

1. Tudari
Tempatnya enak dan besar, dari segi porsi dan harga juga cocoknya buat makan rame-rame. Banchan-nya banyaakkk, berasa keluarga kerajaan deh. Saya suka banget sweet potatao sama sejenis daun kecil-kecil yang crunchy dan seger abis. Buat yang muslim, baca menunya baik-baik. Soalnya mereka jual B2 juga. Kesana rame-rame akhir tahun lalu, kalau nggak salah habis 90-100ribu per orang untuk makanan yang super banyak. Karena kelaperan jadi nggak kepikiran buat foto makanannya deh, ini piring kosongnya aja. Haha.

bersih tuntas

bersih tuntas

Di lantai atas, kamu bisa foto disini nih:

korean bride & groom

Kayaknya laen kali mesti bawa foto gikwang trus dipasang deh di muka yang cowoknya #eh

Tudari Korean Restaurant
Jalan Prof. Drg. Surya Sumantri No.35, 40164, Indonesia
(022) 2003216

2. Bingsoo
Pilihan makanannya banyak, jual B2 juga jadi mesti hati-hati. Rasa oke dan cukup otentik. Tempatnya kecil tapi cozy, banyak komik dan buku yang bisa dibaca di tempat (kalau bisa baca, karena masih dalam huruf aslinya) 😛 Harga standarlah, hampir sama atau bahkan lebih murah daripada Mujigae. Kalau nggak salah pas kesana habis sekitar 40-60ribu deh per orang. Kayaknya perlu post khusus soal Bingsoo, nanti yaaa. Di sebelah Bingsoo ada Korean Mart, bisa beli ramyun instant, gochujang, tteok, bungeoppang, dll.

Bingsoo
Jl. Sukajadi No. 198B Pasteur Sukajadi Bandung Jawa Barat, Indonesia
(022) 2036040

3. Spoon & Chopstick
Lokasinya di Food Court Istana Plaza, saya sudah lamaa banget kesananya. Jadi nggak tau tempat ini masih ada atau nggak. Pilihan makanannya antara lain kimchi jigae, tteokbokki, dan bibimbap. Apin pernah nulis review di blognya. Silakan dibaca ^^

4. Tokki Pokki
Menu yang disediakan antara lain ramyeon, jajangmyeon, tteokbokki, bibimbap, dan pa jeon (martabak korea/korean pancake). Rasanya memang nggak terlalu otentik, tapi harganya kantong mahasiswa banget. Kalo kesana cobain pa jeon-nya deh, jarang nemu di tempat lain soalnya. Sayangnya beberapa kali kesana, nggak semua yang ada di menu tersedia. Selain itu, pernah nyoba delivery eh makanan baru datang 2 jam kemudian. Jadi kalo mau, mendingan langsung ke tempatnya aja.

Kedai Tokki Pokki
Jl. Dago 343
(022) 91856423

Ayam Sakti

Setelah berkali-kali melihat promosi Ayam Sakti di twitter dan berkali-kali pula melewati tempatnya, akhirnya saya kesana juga. Nama menunya unik-unik, misalnya Kesatria Sakti, Pemetik Bunga, Gundala Putra Petir, Godam Manusia Besi, dll. Untungnya ada penjelasan singkat mengenai masing-masing menu, jadi nggak perlu repot tanya ke mbak-mbaknya. 😀

Karena pernah kecewa dengan salah satu tempat makan yang promonya gencar di socmed tapi rasanya biasa-biasa aja, saya pun nggak menaruh harapan banyak ke Ayam Sakti ini. Waktu kemarin kesana, saya pesan Paket Kenyang Master. Isinya ayam (bisa pilih antara godam manusia besi/kremes atau pemetik bunga/bumbu bali), kol goreng, dan susu pejabat (milkshake). Yang unik di tempat ini, kita bisa refill nasi sepuasnya. Kkkk

CAM00557

Menu

Ini dia penampakan susu pejabat a.k.a milkshake. Masih aneh nyebut nama minumannya 😛

CAM00558

Susu Pejabat

Dan ini dia ayam pemetik bunga alias ayam bumbu balinya. Dan ternyata rasanya enak, ngasih bumbunya nggak pelit. Kerasa kalau itu memang bumbu bali. Nomnomnom. Nggak kecewa deh jadinya, boleh nih lain kali datang lagi dan nyicip menu lainnya. Apalagi nyicip Kesatria Sakti yang katanya pedesnya juara. Hehehe

CAM00559

Ayam Pemetik Bunga

Dan ini kol gorengnya, dikasih tepung sedikit pas ngegoreng jadi ada kriuk-kriuknya.

CAM00560

Kol Goreng

Buat yang pengen nyicip juga, bisa langsung kesana 😀
Ayam Sakti
Jl. Dipati Ukur 96D, Bandung (Sebelah Circle K)
022 95 2211 95

Ramen House

Kalau lagi pengen makan ramen, sekarang saya nggak perlu pergi jauh-jauh. \o/ Di sekitaran Pasar Simpang Dago ada yang namanya Ramen House. Alamat persisnya di Jl. Ir. H. Juanda No.185, sebelah Salon Memori. Di Ramen House, pilihan ramennya lumayan bervariasi dan unik-unik. Ada Tomyam Ramen, Miso Ramen, Wakame Ramen, Kimchi Ramen, Curry Ramen dll. Harga ramen mulai 12ribuan, tapi itu ramen polos belum ada topping macem-macem. Toppingnya bisa dipilih mau pake beef slice (favorit saya! soalnya mereka pake beef impor yang juicy banget),  nori, chicken, atau naruto. Mau kombinasi beberapa topping juga bisa. 😀 Kalo doyan pedes, minta aja naikin level pedesnya, nambah 500 perak untuk setiap levelnya. Mie juga bisa milih, mau yang original, egg noodle, atau udon. *slurpp, jadi ngiler*

Waktu pertama kali ke Ramen House, saya pesen Tomyam Ramen dengan topping beef slice. Rasanya oke, saya suka banget juicy beefnya. Harganya juga nggak terlalu mahal. Terakhir kali ke sana, temen saya pesen Wakame Ramen, dan tampaknya juga recommended. Wangi rumput lautnya menggoda banget.

DSC01463

Tomyam Ramen + Juicy Beef

Selain ramen, Ramen House juga menyediakan makanan jepang lain seperti Donburi, Katsu, Teriyaki, dan Japanese Curry. Kedua kalinya ke Ramen House, saya nyicip Gyu Donburi. Lumayan oke, dan lagi-lagi mereka pakai juicy beef. Nyammmm

CAM00212_edit0

Gyu Donburi

Karena masih banyak menu yang belum dicoba, saya pun balik lagi ke Ramen House. Kali ini saya nyicip Beef Curry. Tadinya sih pengen Beef Amiyaki, sayangnya saat itu lagi nggak ada. Rasa karinya lumayan, bumbu kari-nya cukup ringan. Mungkin karakteristik kari jepang memang begitu ya. Di karinya ada campuran kentang dan wortel. Sayang porsi nasinya kebanyakan, nggak sebanding dengan porsi dagingnya yang sedikit. 😛

CAM00439

Beef Curry

Nah, keempat kalinya ke Ramen House akhirnya saya nyicipin Beef Amiyaki. Saya penasaran soalnya di deskripsi menunya *kalo nggak salah* dibilangnya itu premium juicy beef yang masih ada lemaknya dan disajikan dengan saus jepang. Bikin nelen ludah banget pas bacanya.

CAM00538

Beef Amiyaki

Pas nyicip sausnya pertama kali, yah kemanisan. Tapi temen saya yang pesen ini juga bilang manisnya pas, yah masalah selera emang. 😛 Sebenernya enak, tapi lemaknya yang super banyak bikin merasa bersalah. Hahaha. Trus makannya juga ternyata susah karena disajikan dalam potongan yang lumayan besar. Kalau di ramen atau di makanan lainnya kan dagingnya diiris tipis-tipis. Hehehe. Tapi lumayan untuk memenuhi rasa penasaran, dan super kenyang.

Untuk minuman, ada Ocha, Thai Tea, Teh Manis, dan masih banyak lagi. Mereka menyajikan minuman di gelas yang cukup besar. Biasanya kalo abis dari Ramen House saya pasti kekenyangan karena ngabisin minumannya. Hahaha

Walaupun tempatnya kecil, tapi Ramen House lumayan cozy. Saya suka desain interiornya, ada lukisan-lukisan jepang dan gambar pokemon di dindingnya. Trus, ada ramen bar juga. Tapi kursinya tinggi banget, makanya saya belum pernah nyoba duduk disitu. 😛

Nggak nyesel kok nyobain makan di Ramen House, saya aja udah berkali-kali kesana, murah lagi 😀 Kalo mau nyobain bisa dateng langsung ke:

Ramen House
Jl. Ir. H. Juanda No.185, sebelah Salon Memori
Bandung

Gampoeng Aceh

Oh yeah, akhirnya ke Gampoeng Aceh. Udah lama banget pengen makan mie aceh, akhirnya kesampean juga. Dan seperti biasa, yang kesana adalah geng impulsif wiskul: saya, jikung, dan apin. Hohoho

Lokasinya di Jl. Ir. H. Djuanda di sebelah Hotel Holiday Inn. Sesuai namanya, makanan yang dijual disini adalah makanan khas aceh. Ada mie aceh, nasi goreng khas aceh, roti canai, martabak, dll. Waktu kesana kemarin, saya pesan mie goreng aceh + udang. Jikung juga pesen itu tapi pedesnya yang sedang. Karena alergi udang, apin pesen mie rebus aceh + cumi. Harganya kalo nggak salah 22ribuan. Untuk minum, saya pesen teh tarik hangat. Lumayan bikin hangat karena waktu kesana lagi hujan. 😀 Jikung pesen es teh tarik, dan apin pesen teh manis. Harga teh tariknya 11ribu. Untuk dimakan rame-rame, kita pesen martabak daging. Harganya 18ribu. Sempet bimbang antara canai atau martabak, tapi untungnya ada yg bilang “lagi pengen martabak sih”.  *dasar orang-orang plegmatis, hahaha*

Ini dia tampilannya:

mie goreng udang

mie rebus cumi

martabak daging

teh tarik

Rasanya enak, tapi ternyata bumbu acehnya nggak sekuat yang saya harapkan. Udah disesuaikan dengan lidah orang bandung kali ya. Pedasnya juga kurang nampol. Tapi jikung yang nggak bisa makan pedes udah kepedesan dengan level sedang. Jadi sepertinya masalahnya ada di saya yang suka pedes. 😛 Martabaknya juga enak, tapi ya itu lagi-lagi saya ngerasa bumbu kari di cocolannya kurang kuat. ^^;; Teh tariknya enak banget, ngecampurnya bagus 😀

Di Gampoeng Aceh juga ada mie kepiting, tapi ya harganya lumayan mahal. Namanya juga kepiting 😛 Pengen deh kapan-kapan nyobain 😀

Gampoeng Aceh
Jl. Ir H. Djuanda No. 151, Bandung
(022) 70256867

Rumah Makan Sulawesi

Geng impulsif wiskul kembali beraksi. \o/ Kali ini yang ikut adalah saya, jikung, dan apin. Tertarik ke rumah makan ini karena sebelumnya liat mita checkin foursquare disana. Hahaha

Menu andalan di tempat ini adalah ikan bakarnya. Disana kita bisa milih langsung mau ikan yang mana. Ada 4 macam bumbu khas sulawesi yang bisa kita pilih. Lupa apa aja, yang pasti ada rica-rica dan parape. Karena jikung nggak bisa makan pedes, jadinya kita waktu itu pilih parape. Harga ikan bakar tergantung jenis dan ukurannya. Untuk bertiga kita waktu itu kalo nggak salah milih yang jumbo. Harganya 60-70ribu. Untuk sayur, kita pesan cah kangkung bumbu belacan. Dan untuk cemilan, pesan tahu krispi. Untuk pilihan minuman, ada es angin mamiri, palubutung, pisang hijau, dan minuman khas sulawesi lainnya. Saya pesan es palubutung. Apin tadinya mau pesan es angin mamiri, tapi karena si mas-mas pelayan ngejelasinnya nggak deskriptif akhirnya pesen es palubutung juga. lol. Jikung pesen es pisang hijau. Harga sekitar 12-13ribu.

Ini dia tampilannya:

ikan bakar bumbu parape

cah kangkung bumbu belacan

sambal kecap

sambal

tahu crispy *1 porsi isinya 6

sambal untuk tahu

es palubutung

Bumbu parape tuh dominan bawang dan kecap, lumayanlah. Cah kangkungnya enak banget, bumbu belacannya gurih. Tahunya lembut, tepungnya kriuk-kriuk. Es palubutungnya seger. Saya kira es pisang hijau nggak ada bubur sumsumnya, eh ternyata ada juga. Jadi bedanya es palubutung dan es pisang hijau disini cuma pisangnya. Kalau palubutung pake pisang biasa, kalo pisang hijau pake pisang yang udah dibungkus adonan warna hijau. ^^

Rasa sih okelah, tapi karena harganya lumayan mahal jadi ya gitu deh. Nasi seporsi aja harganya 5ribu. OTL Kalo sekali-sekali atau ditraktir lagi ya boleh deh. *lirik jikung* #plak

Rumah Makan Sulawesi
Jl. Dr. Setiabudhi No. 35, Bandung
(022) 2037286

Giggle Box

Di Jl. Progo banyak banget tempat makan yang menarik, salah satunya ya Giggle Box ini. Saya suka banget sama desain interiornya. Tempatnya nyaman buat kumpul ramean dan berlama-lama.

Menunya bervariasi, ada pancake, soup, pasta, steak, burger, indonesian food, juga cake. Harganya standarlah ya buat tempat makan sejenis itu, bahkan termasuk murah. Kalo makanan aja sekitar 20ribuan juga udah bikin kenyang banget. Ini daftar menunya:

dessert menu

food menu

food menu

drink menu

Waktu pertama kali kesana saya pesen Fish & Chips. Trus pas baru-baru ini kesana saya pesen Hot Crispy Spicy Chicken. Dua-duanya enak, saosnya kerasa. Kentang gorengnya banyak. Porsinya lumayan besar dan mengenyangkan. Tampilan makanannya juga bagus-bagus ^^

fish and chips

strawberry smoothies

frappucino

Ini pesanan teman-teman saya ^^

spaghetti carbonara pesanan icha *ada nachosnya

minuman pesenan icha

minuman pesenan apin

minuman pesenan jikung

Foto-foto ntar ditambah, banyak yang di kamera jikung soalnya kamera hp saya nggak bagus buat moto di ruangan yang agak gelap ^^;;

Giggle Box Café & Resto
Jalan Progo No. 33, Bandung

Ikan Laut Bakar Sambal Pesisir

Ikan laut bakar sambal pesisir ini menurut saya adalah salah satu primadona tempat makan di Pasar Simpang Dago kalau malam. Lokasinya kalau dari arah dago bawah, ada di sebelah kanan. Di sisi pasarnya. Tinggal cari aja spanduk “Ikan Laut Bakar Sambal Pesisir”. Ketemu deh.

Ikannya fresh, kita bisa langsung pilih ikan yang kita mau disana. Pilihan yang tersedia biasanya barakuda, selar, ekor kuning, dll. Pilihan ini tergantung persediaan sih, jadi nggak setiap hari bakal ada ikan yang kita pengen. Tapi setelah berkali-kali kesana dan nyobain ikan yang beda terus, ikannya enak semua. Jadi apa salahnya nyobain jenis ikan yang baru setiap kesana. ^^

Sesuai namanya, yang bikin ikan bakar disini spesial adalah sambal pesisirnya. Sambalnya terdiri dari 2 macam. Yang pertama, sambal yang isinya potongan bawang, cabai hijau, sereh, dan bumbu-bumbu lain terus dicampur dengan minyak makan. Sambal yang ini oily dan gurih. Sedangkan sambal satunya adalah cabai merah yang diulek kasar. Nah, kedua sambal ini dituang di atas ikan bakarnya. Buat pecinta pedas seperti saya, kombinasi ikan + sambalnya juara banget.

ikan laut bakar sambal pesisir

Ikannya dibumbuin pake campuran bumbu kuning + santan. Rasanya gurih. Harga ikan bakar mulai belasan ribu tergantung jenis ikan dan ukurannya, dan sudah termasuk nasi. Karena ikannya baru dibakar setelah kita pilih, waktu pembakarannya agak lama. Jadi mesti sabar ya. Mau makan enak emang perlu pengorbanan ^^;;

Pecel Simbah

Kalo lagi pengen makan sayur, yang pertama kali kepikiran tuh biasanya pecel simbah >< Selain sayurnya lumayan lengkap, bumbu pecelnya simbah tuh enak banget. Sayangnya cuma buka pagi, dan tampaknya sekarang simbah jarang jualan. Faktor umur kali ya.

Kalo kebetulan lewat Pasar Simpang Dago pagi-pagi (jam 6-8), coba deh jalan ke deket Toko Bahagia terus jalan deket plang tulisan Pasar Simpang Dago. Nah, biasanya simbah jualan pecel disitu. Simbah jualan cuma pake bakul-bakul dan kadang payung besar kalo agak panas atau hujan. Kita nggak bisa makan disana, jadi kalo beli pecel pasti dibungkus.

Harga pecelnya murah banget, seporsi cuma 4ribu. Bisa juga ditambah lontong buatan simbah, harganya cuma 500 per buah. Kadang simbah bikin tempe & tahu bacem. Kadang ada bala-bala atau rempeyek juga, tergantung sempetnya bikin apa. Semuanya enak dan murah banget ^^

Ini tampilannya:

pecel simbah

*ah jadi pengennn xD

 

Lontong Medan Ka’ Zahra

Di Lampung, lontong sayur nggak ada yang pake embel-embel nama daerah. Tapi rasanya bisa dibilang cenderung mirip masakan jawa karena yang jual banyak orang jawa. Kalo di Bandung, lontong sayur padang ada di mana-mana. Tapi ternyata selain lontong sayur padang, di Bandung pun ada lontong medan. Lokasinya di Jl. Dipati Ukur, dekat Unpad DU. Nama tempatnya Lontong Medan Ka’ Zahra. Ada plang warna hijau di depannya.

logo

Karena penasaran apa bedanya lontong medan dengan lontong sayur yang lain saya pun nyobain kesana. Yang punya orang Batak asli, suaranya keras lantang khas Batak. Denger-denger pemiliknya ngobrol dengan pelanggan lain, yang asal medan asli ternyata adalah istrinya. Oke, cukup menjelaskan kenapa nama tempatnya “Ka’ Zahra”.

Pilihan lontong sayurnya bisa yang biasa, pake telor, atau pake rendang. Saya pesan lontong sayur pake telor, ini dia tampilannya:

lontong medan

Warna sambelnya menarik banget >< Selain lontong dan sayuran, ada bihun dan sambal tempe. Sayurannya lumayan banyak, ada wortel, labu siam, dan kacang panjang. Ada irisan cabe hijau juga di sayurnya. Santannya segar, nggak terlalu kental. Bumbunya kerasa kuat dan beda dengan lontong sayur jawa ataupun padang. Memang khas medanlah pokoknya. Harganya 8ribu aja. Murah meriah ^^

Selain lontong sayur, disana juga jual sayur daun ubi tumbuk, sambal teri medan, lupis, ketan, dan makanan khas medan lain. Hayuk dicoba

Lontong Medan Ka’ Zahra
Jl. Dipati Ukur, Bandung