Bali For Dummies – Part 2

2 Mei 2014
Hari ini saya menggunakan jasa rental mobil dari Pondok 2A. Rekomendasi rental dari teman saya setelah saya menyerah kebingungan cari rental yang cocok. Haha. Untuk avanza dengan sopir dan bbm untuk 10 jam, ongkos rentalnya 400ribu. Saya minta dijemput jam setengah 9 di hotel. Pak Putu, sopir kami untuk hari itu, datang on time. Bahkan malah kami yang ngaret belum selesai sarapan saat pak putu datang.

Selesai sarapan kami langsung berangkat ke Tanah Lot. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik, dewasa 10000, anak-anak 7500. Kalau wisatawan asing, dewasa 30000, anak-anak 15000. Dari gerbang utama ke pura, kami berjalan melewati deretan toko souvenir. Tapi kami nggak membeli apa-apa disana, hehe. Sampai di komplek pura, kami berjalan ke arah pura batu bolong atau pura karang bolong. Lokasinya di ujung batu karang yang bolong di tengahnya, makanya dinamakan seperti itu. Saat kami datang, laut sedang pasang dan ombaknya besar sekali. Bahkan sesekali batu karang ikut bergetar saat ombak datang. Bikin deg-degan gimanaa gitu.

Dari batu bolong, kami pindah ke pura enjung galuh. Disini kami foto-foto lagi.

pura tanah lot as seen from pura enjung galuh

pura tanah lot as seen from pura enjung galuh

Kemudian pindah ke pura jro kandang. Sama seperti pura lainnya, hanya yang akan sembahyang saja yang boleh masuk ke dalam pura. Jadi kami melihat dari luar saja. Ada yang sedang sembahyang disana. Menurut vita, biasanya yang sembahyang di pura besar di hari biasa seperti ini sedang punya permintaan khusus. Karena untuk sehari-hari, mereka sembahyangnya bisa di rumah saja. Kalau berdasarkan booklet informasi, pura jro kandang dibangun untuk memuja dewa penguasa berbagai jenis hama dan penyakit agar ternak dan tanaman terhindar dari hama dan penyakit.

Dari sana kami kemudian berjalan ke arah pura penataran dan pura tanah lot. Sayangnya karena air laut sedang pasang kami tidak bisa ke pura tanah lot. Padahal kalau bisa turun, kita bisa melihat ular dan mata air disana. Harusnya survei dulu kapan waktu pasang dan surutnya air laut kalau mau kesini. Oh iya kalau kesini jangan lupa ambil booklet informasi di bagian depan tempat pengecekan tiket. Cukup informatif isinya ^^

pura tanah lot

pura tanah lot

Dari tanah lot, kami kemudian menuju bedugul. Perjalanan memakan waktu 1,5 jam lebih. Melewati gerbang kebun raya dan pasar candi kuning. Saya sempat melihat masjid dan madrasah juga, pemandangan langka di sini. Di bedugul, tujuan kami adalah mengunjungi pura ulun danu beratan. Ulun berarti di atas, danu berarti danau jadi secara literal artinya adalah pura di atas danau beratan. Begitu sampai di pura, yang pertama saya lakukan adalah meminjam uang 50ribu. Loh, kenapa? Karena gambar di uang 50ribu adalah pura ulun danu beratan ini. Haha. Saya pun membandingkan gambar yang ada di uang dengan aslinya. Yeayy, mission completed.

tadaa

tadaa

Menurut vita, pura ulun danu ini justru bukan pura utama di komplek pura disitu. Pura utama tepat berada di seberang pura ulun danu. Di danau ini ada penyewaan bebek-bebekan. Kami berjalan ke dermaga tempat si bebek-bebek diparkir. Duduk-duduk disitu sambil melihat pemandangan pura, danau, dan bukit di sekitarnya. Udara di bedugul lumayan sejuk karena posisinya yang di dataran tinggi. Dari sana kemudian kami pindah ke lapangan rumput gitu. Foto-foto disana karena dari situ view ke danau dan bukitnya bagus banget.

Dari situ kami berjalan ke arah lain, ternyata ada atraksi foto bareng binatang disini. Binatang yang bisa diajak foto antara lain kelelawar dan burung hantu mini. Tentunya nggak gratis. Kasihan melihat binatang-binatang jadi objek seperti itu. >_<

Puas muter-muter, kami pun makan siang. Oh iya sebelumnya saya sempat beli kartu pos juga di toko suvenir dekat tempat parkir. Kami makan siang di warung muslim taliwang hj. marfuah. Lokasinya persis di seberang gerbang utama. Disana saya pesan ayam betutu, ayamnya besar sekali. Dilengkapi dengan sambal matah dan sambal merah yang oily. Saya juga pesan plecing kangkung dan beberok terong untuk dimakan beramai-ramai. Tapi sayangnya karena semua sudah kerepotan menghabiskan makanannya masing-masing, pelecing dan beberok terongnya nggak habis. Padahal plecingnya enak banget, segerr banget bumbunya. *kan jadi ngiler lagi* Disini ada musholla, jadi saya numpang sholat disini.

Dari bedugul, rencana awal tadinya mau ke kintamani untuk melihat danau dan gunung batur. Tapi begitu bilang ke pak putu, beliau bilang nggak bisa karena beda jalur. Lagipula sudah siang, sampai kesana sudah sore nggak bisa lihat apa-apa karena awan sudah turun. Yahh. Salah saya juga sih nggak konfirmasi jalur dulu. Vita memang sudah menyarankan ke saya untuk menanyakan bisa nggak rental mobilnya mengikuti jalur yang saya rencanakan. Tapi saya kemudian nggak mengkonfirmasikan jalurnya karena saya pikir ya rental mobil harusnya ikut saja jalur yang saya tentukan dan kalau overtime ya tinggal tambah biayanya.

Pak putu pun menyarankan ke pura taman ayun dan pantai seminyak, biasanya jalur kalau dari bedugul kesana. Yasudah akhirnya kami ke pura taman ayun. Pura Taman Ayun terletak di daerah Mengwi. Pura ini adalah pura ibu bagi kerajaan mengwi. Di sekitarnya terdapat kolam ikan besar.

IMG_4163

taman

Di dekat gerbang masuk, kita bisa melihat taman yang ada air mancurnya. Masuk lebih dalam, ada pura di tengah-tengah. Di depannya ada gerbang besar yang ditutup. Pada saat tertentu saja gerbang ini dibuka. Di dekatnya ada semacam gazebo yang berisi lukisan. Di area ini juga ada menara yang ada kentongan di bagian atasnya. Saya lupa apa namanya. Kita bisa naik ke atasnya, tapi hati-hati tangganya licin.

Di bagian lebih dalam, kita bisa melihat komplek pura-pura utama. Tentu dari luar pagar saja. Pura disini bentuknya macam-macam. Oh iya sayangnya saat kami kesana, tiba-tiba turun hujan. Jadi kami nggak lama disana.

Dari pura taman ayun, kami minta diantar ke pusat oleh-oleh Krisna. Disana banyak sekali pilihan oleh-oleh dengan harga murah. Buat orang yang nggak bisa nawar seperti saya, tempat ini cocokk banget. Disana saya beli kacang disco, pie susu, dan keripik ceker. Keripik cekernya buat saya sendiri, haha. Saya juga beli kaos dan batik buat oleh-oleh. Lumayan lama disini, bukan karena banyak yang dibeli tapi karena bingung saking banyaknya pilihan mau beli apa. Haha. Kami selesai belanja sekitar jam 6 sore. Sampai di hotel jam setengah 7, pas sekali sesuai jatah rental.

2014-05-02 18.02.29

krisna

Malam itu kami makan malam di hotel karena di voucher yang kami beli, dapat compliment 1x makan malam di hotel. Sayang pilihan makanan di paket ini cuma sedikit: nasi goreng, mie goreng, dan capcay. Saya pilih mie goreng, iponk pilih capcay. Setelah makan, kami ke minimarket. Saya gagal membujuk iponk ke ground zero malam itu karena jam segitu club di sekitar sana sudah mulai rame. Haha.

3 Mei 2014
Hari terakhir. Paginya kami berenang di hotel. Dari kemarin kolam renangnya seperti memanggil-manggil kami. πŸ˜› Kami pun berfoto-foto alay underwater menggunakan kamera yang dibungkus plastik khusus. Beres renang kami pun packing dan sarapan. Hari itu kami tidak punya rencana khusus, cuma jalan-jalan di sekitar kuta-legian saja.

Setelah sarapan, kami jalan ke pantai kuta. Akhirnya saya ke pantai kuta. Yeayy. Ekspektasi saya terhadap pantai kuta sangatlah rendah karena di review trip advisor semuanya bilang kuta itu terlalu rame dan kotor. Tapi untungnya pas saya kesana tidak separah yang saya bayangkan. Di kuta banyak yang sedang berselancar. Seru juga melihatnya. Siang itu panasnya luarr biasa, tapi para peselancar tetap semangat.

Tujuan kami selanjutnya adalah beachwalk mall. Letaknya tidak jauh dari pantai kuta. Saya ada janji ketemuan dengan teman sma saya yang sekarang kerja di bali. Kami makan siang disana. Untungnya kami diberi jatah late checkout sampai jam 2 oleh hotel.

ground zero

ground zero

Selesai makan, kami sempat mampir ke monumen ground zero sebelum pulang ke hotel. Dari daftar nama disana, mayoritas korban kebanyakan orang australia. Orang indonesia yang jadi korban sepertinya banyak yang pekerja. Sampai di hotel eh pintu kamarnya sudah nggak bisa dibuka karena kuncinya otomatis diset nggak bisa dipakai setelah jam 12. Kami pun minta dibukakan pintu. Siap-siap berangkat sambil menunggu vita dan ulan yang akan mengantar kami ke bandara.

Flight iponk jam 4 ke jakarta dulu karena nggak dapet tiket murah ke bandung sedangkan flight saya jam 6 langsung ke bandung. Menunggu waktu checkin saya duduk di ruang tunggu sambil ngemil-ngemil. Gedung bandaranya masih baru dan luas. Tapi pengalokasian boarding roomnya masih kurang oke. Sepertinya 1 boarding room menampung terlalu banyak flight. Banyak yang nggak kebagian kursi. Belum lagi kalau flightnya delay. Makin rame tuh boarding roomnya.

Untungnya flight saya on time. Dari boarding room disediakan bis untuk mengantar ke pesawat. Rupanya peswat baru benar-benar mendarat. Penumpangnya sedang turun. Agak serem juga ya, waktu istirahatnya nggak lama. Tapi untung saya selamat sampai di bandung. ^^

See you again Bali! Thank you for your hospitality πŸ˜€

Bali For Dummies – Part 1

Sudah baca cerita saya ngebolang sendirian di KL? Disitu saya bilang kalau saya kalap beli tiket ke KL karena dapet harga murah meriah. Pengakuan, sebenarnya saat itu saya nggak cuma beli tiket ke KL tapi saya beli tiket untuk ke Bali juga. Hahahaha. Kalap kuadrat. Saya dapet tiket pp BDO-DPS dengan harga 364ribu saja, termasuk bagasi 15kg (yang terpaksa saya beli karena tidak ada pilihan tanpa bagasi untuk penerbangan domestik =_=).

Saat itu, saya berhasil membujuk gisca untuk membeli tiket juga. Dan belakangan, iponk pun tergoda untuk ikut trip ini dan akhirnya beli tiket. Fufufu. Mendekati hari-H, ternyata malah saya yang nggak yakin bisa pergi karena kerjaan lagi banyak-banyaknya. Begitu juga dengan gisca. Bahkan iponk sudah siap-siap kemungkinan terburuk bakal liburan sendirian. Tapi alhamdulillah akhirnya saya dapat izin. Sayangnya gisca nggak dapet izin cuti. Akhirnya cuma saya dan iponk yang berangkat.

Perjalanan kali ini adalah pertama kalinya saya ke Bali. Cupu ya? Biarin πŸ˜› Iponk kalau nggak salah pernah ke Bali saat study tour bareng sekolahnya. Nggak tau dulu kenapa saya bawaannya males banget kalau ikut study tour sekolah, akhirnya nggak pernah deh ikut study tour. Terlalu ansos kayaknya. Hahaha.

30 April 2014

Jadwal berangkat jam 15.05, saya sampai di bandara sekitar jam setengah 2. Walaupun sama-sama berangkat dari Bandung, flight saya dan iponk beda. Iponk sudah berangkat duluan pagi harinya. Karena iponk bilang sudah nggak ada lagi mesin self-checkin, saya pun mencari booth checkin. Tapi ternyata belum ada yang untuk flight saya. Saya pun bertanya kepada salah seorang satpam disitu. Saya pun diarahkan ke salah satu booth, si pak satpam bilang nantinya disitulah saya bisa checkin. Dari pak satpam juga saya mendapat penjelasan bahwa pembayaran PSC sekarang dilakukan langsung di booth checkin, makanya tidak ada lagi mesin self-checkin. Oalah, gitu toh. Saya pun antre di booth yang ditunjukkan bapak satpam, menunggu dibuka. Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya proses checkin pun dimulai. Selesai checkin dan bayar PSC, saya langsung cabut ke boarding room. Oh iya, walaupun saya sudah beli jatah bagasi, akhirnya saya nggak naro tas di bagasi karena males ribet.

Sampai di boarding room, saya bingung mesti duduk dimana. Nggak ada tulisan gate berapa-berapanya. Setelah memperhatikan sekitar dan tanya ke iponk, barulah saya paham kalau gate-nya cuma ada 1. Jadi duduk dimana pun sama saja. Hmmm, kok nggak keren gini. Mesti pasang kuping lebih tajam mendengarkan pengumuman yang kadang nggak jelas itu. Kalo untuk international flight masih mendinglah soalnya flightnya lebih sedikit. Nah yang domestic flight kan banyak, kok nggak teratur gitu. Oh iya, btw ini adalah penerbangan domestik pertama saya dari Bandara Husein Sastranegara.

Saat di boarding room, saya sempat mengobrol dengan seorang ibu asal Bali. Saya pun menanyakan soal makanan halal di Bali, si ibu menyarankan saya untuk mencari makan di warung jawa muslim. Si ibu juga bilang kalau makanan padang di Bali belum tentu halal karena yang punya belum tentu orang padang. Fiuhh, susah juga ya. Paling gampang sih KFC atau McD, haha.

Setelah cukup bosan menunggu, tiba-tiba saya mendengar nama saya dipanggil. Selain saya, ada beberapa orang lagi yang dipanggil. Saat menemui petugas, mereka minta ditunjukkan boarding pass. Setelah mencatat sesuatu, petugas kemudian melayani penumpang yang lain. Nggak dikasih tau tuh kenapa dipanggil. Setelah itu, para penumpang pun dipersilakan untuk naik ke pesawat. Senangnya dapat posisi di pinggir dekat jendela. Lumayan bisa foto-foto awan yang lucu-lucu kayak pop corn. Hehe.

popcorn

popcorn

jalan tol + kapal

jalan tol + kapal

Perjalanan dari bandung ke bali memakan waktu kurang lebih 1 jam 40 menit. Saya mendarat di bandara Ngurah Rai sekitar pukul 17.45 waktu setempat. Langsung keluar terus nelpon iponk. Karena lagi nggak terlalu jauh dari bandara, iponk pun bilang bakal ngejemput saya. Cari spot buat nunggu deh. Selama jalan, banyak sopir taksi pake seragam yang nawarin. Setelah nunggu, akhirnya iponk dateng dianter vita. Vita ini temen ELF iponk. Kkkk, itulah salah satu manfaat per-kpop-an: bisa punya temen dimana aja. Nawar taksi ke legian, dapet harga 85ribu. Wew, mahal ya. Vita juga sudah wanti-wanti ke sopirnya jangan ngebawa kami mampir kemana-mana. Kan kadang ada aja supir nakal yang udah kerja sama dengan toko atau atraksi tertentu supaya dapet upah kalo bisa bawa orang kesana. Pas ke parkiran ternyata mobilnya bukan sedan kayak taksi biasanya, tapi sejenis avanza gitu. Dan itu katanya taksi resmi bandara, baiklah.

kfc ftw!

kfc ftw!

Di hotel, istirahat sampe jam 8 terus baru keluar cari makan. Saya laper banget seharian belum makan berat. Jalan kaki di legian menjauhi arah ground zero a.k.a monumen bom bali kok nggak terlalu rame. Kami pun bertanya-tanya, mana legian yang katanya rame 24 jam. Dan akhirnya karena bingung mau makan apa, kami pun makan di KFC. Hahaha, feels like home.

Selesai makan, jalan ke arah pantai kuta. Karena malam, dari luar aja keliatan gelap banget jadinya nggak masuk deh. Belanja cemilan buat besoknya di minimarket. Abis itu cari poppies lane 2 yang merupakan jalan tembus ke legian biar nggak usah muter. Pas ke hotel naik taksi lewat jalan ini soalnya. Pas ketemu, karena udah malem eh jalannya gelap banget. Toko-toko disitu udah pada tutup semua. Kami pun jalan cepat-cepat. Ngikutin jalan kok nggak sampe-sampe, padahal pas naik taksi kayaknya nggak jauh. Udah takut salah jalan aja, mana di jalan ketemu banyak bule yang udah bawa botol bir. Ada lagi bule-bule alay yang ngebut-ngebutan motor di gang sempit, boti pula. Tambah aneh karena kita berdua pake jilbab. Haha. Sampe di legian, ujungnya poppies lane 2 ini deket ground zero. Dan di daerah situlah yang ternyata rame pas malem karena banyak club, bar, dan sejenisnya. Jalan cepet-cepet ke hotel, pas jalan ada aja yang nawarin “happy hour happy hour”. Yaelah mbak yang bener aja =_=

Oh iya, kami nginep di legian bukan nyari yang kayak gitu. Haha. Kebetulan nemu promo hotelnya di groupon, dapet harga 350ribu semalem. Nama hotelnya Aquarius Star Hotel. Lumayan bangetlah kalo dibandingin fasilitasnya. Dan mikirnya kalo di legian lokasinya di tengah-tengah, jadi mau ke daerah utara atau selatan nggak terlalu jauh.

1 Mei 2014

Selesai sarapan, kami dijemput vita dan ulan. Ulan ini juga temen ELFnya iponk. Tujuan pertama adalah Tanjong Benoa. Watersport! Dan biar lebih murah, vouchernya sudah kami beli di groupon juga. Pokoknya liburan kali ini disponsori oleh groupon, wkwkwk. Kami sudah beli voucher untuk parasailing, snorkel, dan donut boat. Nama tempatnya BMR Dive & Watersport. Tempatnya bagus, bukan tempat abal-abal gitu. Waktu pertama datang kami dipersilakan duduk, trus bli-nya nawarin watersport yang lain. Karena cemen, saya pun nggak berminat nyoba yang lain. Abis itu, kita dikasih formulir persetujuan tentang risiko, asuransi, dll. Abis itu, kita bisa taro tas di loker tapi bayar 20ribu per loker. Baru deh jalan ke pantainya.

Begitu sampe area watersport, aduh makin serem liat speedboat rame banget. Ada yang narik parasailing, ada yang narik banana boat, donut boat, flying fish, dsb. Makin deg-deganlah pokoknya. xD. Yang pertama kami coba adalah parasailing. Pertamanya kami disuruh pake sarung tangan. Warna merah di kanan, biru di kiri. Trus pakai pelampung dan tali pengait ke parasailing juga. Abis itu, kami dikasih petunjuk tentang cara “lepas landas” dan pendaratannya. Makin deg-degan, saya kan orangnya panikan. Ntar kalo di atas lupa caranya gimana. Heuuu.

Nunggu giliran, sambil dengerin bli-bli ngasih aba-aba untuk yang parasailing duluan. Keren juga mereka bisa bahasa macem-macem. Ada mandarin, jepang, inggris, dll. Inggris pun macem-macem banget, ada yang singlish, indian english. Niruin logatnya jago-jago.

parasailing

parasailing (bukan saya)

Iponk dapet giliran duluan. Nggak lama setelah iponk naik, saya dapet giliran. Mengikuti aba-aba, saya pegang tali sesuai warna sarung tangan. Lari. Dan syooo terbang~~. Karena takut, talinya saya tarik kencang. Dari jauh, saya denger aba-aba “talinya jangan ditarik!”. Haha. Pelan-pelan saya lepaskan tarikan. Cuma dipegang saja. Di atas, perasaannya campur aduk. Antara takut tapi seru. Makin deg-degan pas speedboat yang narik makin ngebut atau muter. Mungkin sekitar 2 putaran, parasailing pun selasai. Waktunya mendarat. Dari atas saya bingung mana bli yang aba-abanya mesti diikuti. Nggak keliatan bo, kecil banget. Setelah ketemu, saya langsung menarik tali sebelah kanan dengan kedua tangan. Terdengar aba-aba dari jauh “tarik yang kuat, lebih kuat!”. Berasa orang mau ngelahirin. Haha. Dan akhirnya saya pun mendarat dengan selamat dan mulus. 1 beres, 2 lagi. Fiuhhh.

Tadinya mau donut boat dulu, tapi karena antreannya rame kami pun ditawari snorkeling duluan. Yasudah kami pun ikut aja. Dikasih fin, goggles, dan roti buat ngasih makan ikan. Dikasih tau cara pakenya juga. Kami kemudian dibawa ke pantai, nunggu kapal yang akan membawa kami ke area snorkel. Akhirnya kapalnya datang. Menuju area snorkel, ombaknya cukup besar. Beberapa kali kapal seperti menabrak ombak. Saya pun nanya ke bapak yang nyetir kapal, apakah di tempat snorkel ombaknya gini juga. Dan beliaupun menjawab iya. Degg. Nasib awak.

Entah setelah berapa lama, sampailah kami di area snorkeling. Supaya turunnya lebih gampang, dikasih tangga. Begitu turun ke air, saya kelabakan. Muter-muter nggak jelas. Bapak supir kapal pun ngebantu ngebenerin goggles saya. Ampunlah saya cupu. Wkwkwk. Sayangnya di tempat ini nggak terlihat apa-apa. Batu-batuannya sedikit. Ikannya juga. Bahkan setelah saya tabur roti juga nggak ada ikan yang mendekat. Ditambah lagi, karena kecupuan saya entah berapa kali saya meminum air laut. Sampai akhirnya saya nggak kuat lagi, mual banget rasanya. Saya mengajak iponk untuk menyudahi sesi snorkel. Saya melambai-lambai ke arah kapal tanda menyerah. Dan begitu sampai di kapal, keluarlah itu angin lewat mulut. Hghhhh. Wanita macam apa. Huahaha. Bodo amat diliat bapak kapal, abisnya udah nggak enak banget perutnya. Kami pun kembali ke sisi pantai.

stres di donut boat

stres di donut boat

Di pantai, rasanya pengen banget ngeluarin air laut di perut ini. Sambil menunggu giliran donut boat, saya mencoba mengembalikan “kesadaran”. Akhirnya dapet giliran naik donut boat. Karena kapasitas donut boat adalah 4 orang sedangkan kami cuma berdua jadi duduknya 1 di depan 1 di belakang dan di sisi yang berbeda. Saya memilih donut boat supaya nggak ada adegan cebur-ceburan di laut semacam banana boat. Dan ternyata, walaupun nggak ada cebur-ceburan donut boat ini nggak kalah gilanya. Donut boat ditarik speed boat super kenceng. Bahkan saking kencengnya, kadang-kadang boatnya lompat. Pertama ditarik, punggung saya seperti dibenturkan ke tembok. Langsung sadar dari mabok laut akibat snorkel. Hahaha. Karena kenceng banget si donut boat ditarik, saya pun meracau nggak jelas dengan intonasi ala penyiar untuk mengurangi ketakutan. Meracau apa, saya pun sudah lupa. Setelah sekitar 3-5 menit, donut boat pun beres. Akhirnya selesai agenda watersport hari ini. *sujud syukur* xDD

Setelah watersport, agenda kami adalah pantai pandawa. Jadi sebelumnya, saya mengagendakan beberapa pantai: pantai padang-padang, dreamland, dan pecatu. Tapi berdasarkan saran vita dan ulan, lebih baik 1 pantai saja dan menurut mereka pantai pandawa wajib untuk dikunjungi. Tapi sebelum ke pantai pandawa, kami makan bakso dulu di dekat Sekolah Tinggi Pariwisata Bali, kampus ulan.

Mendekati pantai pandawa, kami bisa melihat bukit-bukit kapur. Kemudian ada pula patung raksasa pandawa dan ibunya di cerukan bukit. Oh, mungkin karena ini dinamakan pantai pandawa. Seingat saya, tidak semua pandawa ada disana. Kalau tidak salah, tidak ada yudistira. Malah ada patung tikus, entah kenapa. Dari atas bukit mulai terlihat pantainya. Bagus sekali. Setelah parkir mobil, kami pun berjalan mendekati pantai. Karena saat itu cuacanya panas luar biasa, beberapa dari kami membawa payung. Haha, bukan bali kalo nggak panas.

Pantai pandawa cukup luas. Pantai ini ramai oleh pengunjung domestik ataupun internasional, tapi tidak terlalu padat sehingga masih nyaman untuk dikunjungi. Yang bermain di air kebanyakan bule, banyak juga yang berjemur saja. Di pantai pandawa, kami cuma menyusuri pantai dan foto-foto. Menikmati pemandangan πŸ˜€

Puas di pantai pandawa, kami kemudian meluncur ke uluwatu. Jalannya lumayan sepi dan naik turun. Saat melewati salah satu jalan, di samping kami ada kuburan. Ulan dan vita pun membahas kalau di desa adat itu mayatnya tidak di-aben tetapi dikubur. Ini nih enaknya jalan sama orang lokal, bisa dapet cerita-cerita begini. Hehe. Sampai di uluwatu, kami langsung ke loket tiket. Di depan, ada yang mengikatkan kain ke pinggang. Karena saya pakai celana panjang, kain yang diikatkan ke saya adalah ikat pinggang saja. Kalau pakai bawahan pendek, kain yang diikatkan adalah kain panjang yang menutupi kaki. Di loket tiket itu juga ada penjual pisang. Saya sempat ditawari untuk membeli pisang untuk makanan monyet. Tapi karena takut didekati monyet, saya pun menolak.

Sampai di dalam, kami berjalan menuju tebing. Berjalan sambil was-was didekati monyet. Semua gadget sudah diamankan di tas karena saya parno. Habisnya saya baca di beberapa blog, banyak yang jadi korban monyet disini. Ada yang makanan, kaca mata, ataupun hp-nya yang dirampas monyet. Tapi saat disana saya nggak melihat monyet yang berlaku separah itu sih. Kebanyakan sedang asyik sendiri manjat pura, main dengan teman-temannya, makan ataupun tidur. Tapi tetap aja takut kalau tiba-tiba mereka mendekat, monyet disini gemuk-gemuk sih. >_<

Begitu sampai di tebing, terlihatlah pura uluwatu dari jauh. Oh rupanya itu yang sering muncul di foto. Dari tebing juga bisa terlihat lautan di bawah, suara ombak yang menabrak tebing pun bisa terdengar. Waahh benar-benar berada di pinggir pulau Bali.

Kami kemudian naik menuju kompleks pura utama. Tapi hanya yang akan sembahyang saja yang boleh masuk pura utama, kami hanya foto-foto di sekitarnya, mengintip-intip sedikit, dan menonton kelakuan monyet-monyet gendut. Setelah itu kami pun berjalan keluar. Saat itu, kami bertemu rombongan karyawan facebook yang dengan bangganya memakai kaos “facebook got me hired”. Hahaha. *langsung jiper*

Tujuan selanjutnya adalah GWK! Katanya sih belum ke Bali kalau belum kesini. Harga tiket GWK cukup mahal dibandingkan tempat wisata lainnya disini. Untuk wisatawan lokal harganya 50ribu per orang. Disini kita bisa melihat bukit-bukit kapur yang dibelah. Dan yang pasti bisa melihat patung garuda & wisnu raksasa yang terkenal itu. Besar sih, tapi nggak sebesar ekspektasi saya. Di dekat patung wisnu ada mata air yang katanya nggak pernah kering dan sering jadi tempat meminta permohonan. Di sekitar situ juga ada teropong yang bisa kita gunakan untuk melihat sekitar. Tapi bayar lagi ke petugas, kalau nggak salah 5000 untuk 3 menit.

Setelah itu kami pun turun mendekati ampitheater. Saya pun sempat membeli minuman di kantin GWK. Dan harganya bikin melongo, 1 botol aqua dan 1 botol nu greentea total harganya 25ribu. Yang bener ajaa. Nggak lagi-lagi deh.

Mendekati jam 6, kami masuk ke amphiteater. Jadi disini ada pertunjukan tari tanpa dipungut biaya lagi. Jadwal tari terpampang di luar ampitheater. Tari kecak biasanya jam 6 sore. Selain di GWK, bisa juga menonton tari kecak di uluwatu tapi harus bayar lagi 100ribu. Lumayan yaaa.

Pertunjukan tari kecak pun dimulai. Kalau tidak salah tari kecak yang ditampilkan disini sudah dimodifikasi. Untuk hari itu, ceritanya tentang garuda wisnu kencana. Di tengah-tengah tarian, si garuda ataupun makhluk-makhluk jahat kadang mendekati penonton. Area yang didekati biasanya langsung jadi heboh, hehe. Durasi pertunjukan ini kira-kira 1 jam. Secara keseluruhan, pertunjukan tarinya menghibur. Di akhir, penonton bisa berfoto dengan para penari. Tapi karena antreannya panjang, kami pun memutuskan untuk tidak ikut berfoto. Apalagi kami sudah berfoto dengan mbak penari dari pertunjukan sebelumnya. πŸ˜€

Agenda selanjutnya adalah makan malam. Kami sudah membeli voucher makan di restoran daerah jimbaran dari groupon. Yup lagi-lagi groupon, hehe. Sampai di tempatnya, kami memilih duduk di dekat pantai. Tapi karena malam, percuma saja pantainya nggak terlihat sama sekali. Oh iya, ternyata restoran yang kami datangi tepat bersebelahan dengan Kafe Nyoman yang pernah dibom tahun 2005. Sesuai yang tertera di groupon, makanan yang kami pesan adalah paket seafood yang terdiri dari ikan, kerang, udang, sate cumi, dan sayuran. Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya makanan datang juga. Kerangnya favorit saya deh, bumbunya enakkk banget. Udangnya juga besar. Dapat sambal matah juga, karena saya suka bawang jadi saya suka banget sambal matah ini. Kalau dari segi makanan, puas lah makan disini. Tapi sabar aja kalo sebelahan dengan rombongan yang berisikk banget. xD

Dari jimbaran, kami pun pulang ke hotel. Istirahat, menyiapkan tenaga buat esok harinya. πŸ˜€