2PM Hands Up Asia Tour in Jakarta 2011

Well, this isn’t a new story. It happened more than a month ago. But, it’s one of my precious memories. That’s why I wanna share about this πŸ˜›

I’ve been into k-pop since 10 months ago. Honestly, I’m not paying much attention to many boy/girlbands. I only keep my eyes on BEAST/B2ST. And for otherΒ  boy/girlbands, I listen to their songs but I can say that I’m not really a fan. That’s why when I knew that south korean boyband, 2PM, will hold a concert in Jakarta, Indonesia, I didn’t really care. You know, the ticket concert was really expensive. At least, for me. The cheapest one was 500.000. I won’t spend that much money just for a night. Hahaha

But, someday i found that Kartu As held a contest prized 2PM concert ticket. Without too much hope, I entered this contest. I just filled a form and shared about this on facebook. After that, I really forgot about this. I don’t know much about 2PM or their songs.Β  Just some their hits songs. And I know some members, but not from their 2PM activities. I know them from kdrama/show they starred in, such as Taecyeon in Cinderella’s Sister & Dream High, Wooyoung & Chansung in Dream High, and Nichkhun in WGM. So, I thought it was really okay if i didn’t win. But, guess what? A week later, on November 8th, i got sms from T*LKOMSEL telling me that i won a ticket from the contest. WOW! I thought that i have no more luck in this kind of contest/quiz. lol

But, there was a problem. I should come to Jakarta bringing that sms to take the ticket on 9th or 10th. The concert will be on beautiful date 11/11/11, though. That time, I just started my work life and I can’t go to Jakarta that easy. Beside that, how much it will cost to go to Jakarta for taking ticket and watch the concert. *Oh yeah, i’m quite stingy* XD So, i tried to ask everyone if they want it. I will lend my simcard if they want to go to jakarta and take it themselves. I’ll give it for free. But, because it’s too sudden, no one can take it. Then, i found someone from Bandung who also got the ticket. I asked her if she willing to take my ticket for me while she take hers. And she answered yes. Yeay.

Skip to D-Day. The concert held in JITEC Mangga Dua Square at 19.30. I booked Cipaganti to Mangga Dua Square for 14.45 departure. But, i was late for it and asked for waiting list for next departure. But, i didn’t get it. Finally i got the one that departed at 16.45. I arrived in Mangga Dua Square at 20.10. Oh, really late. Then I took the ticket in Cipaganti office there because the one i ask to take the ticket has entered the concert venue first. That’s why i ended up watching the concert alone. Huhuhu.

After taking ticket, i went to JITEC which located not too far from there. It was around 20.30. And because of that, i didn’t need to take a long queue to enter the venue. lol. And fortunately, the concert started late. I just missed 1 or 2 songs. πŸ˜€ And i didn’t miss their Hands Up performance which was fun. Some songs they perform: I Can’t, Give It To Me, Hate You, 10 Points Out Of 10, My Valentine (Nichkhun & Taecyeon), Alive (Junsu Solo), I’ll Be Back, Only You, Thank You.

Eventhough i didn’t know most of their songs, i enjoyed their performances. The songs are good. They sang & danced live really well. That time, i was amazed that they can perform so many songs. Their stamina was amazing. I got festival ticket worth 800.000. And festival area is located right between main stage and vip area. So that I can see Wooyoung, Nichkhun, Junho, Junsu from a close distant because they run around the stage and vip area. XD Their fanservice is sooo lovable. On side note, I’m used to not like Taecyeon, because I think his expression is quite scary. But when i look at 2PM live, he’s the member that i wanna see the most because somehow i found he’s really good looking on person. His shy smile is sooooo adorable. XD And angel Nichkhun with wings effect on the end of concert is wow. And, abs? Chansung showed off his. Too much -___-” Taecyeon also did. He threw his shirt to vip area at the end of concert. Oh, i shouldn’t look at this. I’m a pure & innocent girl. #eh

Btw, I don’t remember the concert rundown, but you can read it here. Here are some fancams that i took. Hope you like it!

2PM introduced themselves in bahasa

2PM – I Can’t

2PM – Give It To Me

This is my favorite fancam because it shows how close i was with wooyoung, taecyeon, junsu, and junho. XD And at the end, you can see junho junsu (2jun) interaction. That was cute XD

2PM showed off their talent: beatbox, chansung solo (and sexy) dance

Taecyeon & Nichkhun – My Valentine

Bonus: Chansung said “I Love You Guys” ^^

After this concert, i listen more to their songs and I like it. No, not that i become a Hottest. Can you imagine if i say “Hey, i’m a kpop fan. I’m a Beauty (what Beast fan called) and Hottest” *feeling like someone will slap me* Hahaha

And because the concert was amazing, I think if BEAST holds a concert in Indonesia, I must attend it even though it costs much. I just can’t wait to sing with them and shout their names. Okay, time to save money. XD

Ouch, my english is really bad X(

MangJoSo Part 2

Karena yang sebelumnya judulnya Part-1, seharusnya ada part lanjutan. Tapi karena super malasnya saya, sampe sekarang belum berlanjut ceritanya. Hahaha.. Oke, mumpung lagi mood nulis, mari kita lanjutkan

Jadi, subuh-subuh hari Kamis saya sampe di Jogja. Setelah turun dari bis, saya langsung menghubungi teman saya. Ngasih tau posisi saya dimana karena kelewatan dari tempat yang kami janjiin sebelumnya. Untungnya pas turun bis ada mas-mas baik hati yang ngasih tau itu posisinya dimana. Lagipula disitu ada pos buat orang mudik gitu. Yasudahlah saya nunggu di deket situ.Β  Aman lah yaa..

Setelah nunggu, teman saya pun datang ngejemput pake motor. Langsunglah kami menuju kosannya. Sholat dan istirahat. Kondisi saya pagi itu lumayan ngedrop. Pas bangun tidur di bis aja suara saya serak dan tenggorokan sakit gejala masuk angin. Mungkin karena kecapekan dan kemaren siangnya sempet minum es. Tapi karena nggak mau menyia-nyiakan kesempatan mumpung lagi di Jogja, saya pun menyehat-nyehatkan diri. Setelah Mutiara ngajar les, kami berangkat ke Malioboro. Di sana, kami sarapan pecel yang banyak ditemui di pinggir pasar Beringharjo. Saya makan pecel, mie, bacem tahu, dan bacem telor puyuh. Harga pecel ditambah mie atau lontongnya 6ribu, kalo pecel aja 5ribu, tahu 2ribu, sate telornya 3ribu. Lumayan murah meriah dan nyobain suasana baru. Hehehe..

Pecel di Malioboro :9

Setelah makan, kami masuk ke pasar Beringharjo. Milih-milih batik disana. Yak, saya orangnya amat sangat picky sekali. Muter berkali-kali, dengan segitu banyak pilihan, nggak ada satupun yang diminati. Begitu ada yang diminati, kata temen saya jangan yang itu. Hurr.. Akhirnya pindah ke bagian seberangnya. Tapi tetap aja nggak nemu yang sreg. Tapi sayang dong udah jauh-jauh kesana tapi nggak ada hasilnya. Akhirnya muter balik lagi ke tempat pertama. Dan teman saya pun sadar kalau selera kami emang beda. Jadilah dia nyerahin pilihan ke saya dan nggak mau komentar apa-apa lagi kalo saya milih baju. AKhirnya saya beli 2 baju batik dengan harga murah meriah berkat keahlian tawar menawar dengan bahasa jawanya teman saya. Hurrayyy

Untuk oleh-oleh adik saya, saya rencananya pengen beliin gelang kayu batik gitu. Diajaklah saya ke tempat grosir aksesoris. Tapi disitu, ke-picky-an saya tetap muncul. Walopun pilihannya super beragam, saya nggak tertarik. Tintanya kurang teranglah, terlalu mencoloklah, apalah, apalah… Hahaha.. Teman saya desperado. Karena nggak enak udah muter-muter disitu lama, yasudah saya beli 3 gelang disana. Yak, sekedar melaksanakan kewajiban. πŸ˜›

Abis itu, pergi ke Keraton. Tapi karena kesorean jadinya udah tutup. Hiks. Yasudah akhirnya ke Tamansari. Pemandiannya keraton gitu. Ngeliat kolamnya kayaknya seger banget gitu airnya biru. Jadi pengen nyebur deh. Hoho.. Muter-muter agak lama disana. Oiya, pas jalan menuju sana, dimampirin ke tempat yang jualan kaos Dagadu. Tempatnya bukan yang official gitu. Padahal saya pengen ke tempat yang officialnya karena kata Ananti tokonya lucu. Saya syok aja tiba-tiba diturunin disana terus dibilang tuh katanya mau beli kaos dagadu. Dan bapak-bapak penjaga tokonya pun langsung menyambut dan nganter ke dalem toko. Karena bingung, saya pun milih satu kaos dan secepatnya pergi. Ah, agak nyesel beli disitu. 😦

segernyaa

Spanya keraton kali ya

Setelah dari Tamansari, kami ke Alun-Alun yang ada pohon beringin itu. Katanya kalo bisa jalan dengan mata tertutup melewati tengah-tengah pohon beringin, harapan kita bakal terkabul. Hohoho.. Saya sih nggak mau nyobain. Disitu ada anak kecil yang emang anak sana gitu nyobain jalan dan berhasil. Hehehe, semoga harapanmu terkabul Nak. πŸ˜€

Hore, berhasil!

Pulangnya, melewati wijilan karena saya pengen beli gudeg. Saya beli Gudeg Paha + Telor di Gudeg Yu Djum. Harganya 17ribu kalo nggak salah. Abis itu, ke Stasiun Tugu buat beli tiket balik ke Bandung. Niatnya sih hari minggunya pulang, tapi apa daya.. Karena itu akhir tahun, penumpang lumayan ramai. Akhirnya saya beli buat yang hari Senin malam. Nambah deh liburannya. πŸ˜› Saya beli tiket Lodaya malam yang eksekutif. Hoho, saya emang lebih suka pilih yang eksekutif karena lebih nyaman jadinya di kereta bisa istirahat dengan tenang. Harganya 200ribu.

Kemudian lanjut ke kosannya Mutiara. Melewati Kali Code. Kami berhenti sebentar disana. Di kali code terlihat aliran lahar dinginnya Merapi. Huee, serem juga ya.. Sampai di kosan, kami tepar. Saya minum obat lagi dan istirahat. Soalnya besok paginya kami berencana untuk pergi ke Solo.

Hari kedua, sekitar jam 9 saya dan Mutiara berangkat ke staiun Lempuyangan. Kami beli tiket kereta Prameks menuju Solo. Harganya 9ribu saja. πŸ˜€ Saat itu saya sudah smsan sama Bhella yang bakal jadi guide kami di Solo. Hehehe.. Harusnya jam 9.41 tapi kenyataannya lebih beberapa menit, kereta berangkat. Lucunya, kereta prameks yang kami naiki saat itu warnanya pink. Kyakyakya.. Nggak sampe satu jam, kami sampai di stasiun Purwosari. Turun disitu karena lebih dekat dengan rumah Bhella. Dan ternyata, mobilnya bhella lagi dipake bapaknya jadinya nggak bisa langsung ngejemput. Kami diminta ke rumahnya dulu aja naek becak. Yasudah, akhirnya kami ke rumah Bhella sesuai rute yang dikasih tau. Di depan rumahnya Bhella sudah nunggu.

Lempuyangan

Stasiun Purwosari, Solo

Sampai di rumah Bhella, kami dikenalkan ke mamanya Bhella. Rumahnya Bhella unik deh, rumah tua dengan arsitektur khas Jawa gitu. Keren deh πŸ˜€ Disitu kami disuguhin makanan macem-macem sama mamamnya Bhella. Hoho.. Ada serabi solo yang gurih dan lembut banget padahal nggak ditambahin kuah macem-macem. Ada emping dan kacang mete gurih juga. Nyamnyamnyam.. Ditambah lagi disuruh ngabisin semangka sepiring. Waduh, padahal masih mau makan timlo lagi. Hehehe..

Naek Becak Ke Rumah Bhella

Karena bapaknya Bhella sudah pulang, kami pun dikenalkan. Dan setelah sholat dzuhur, berangkatlah saya, Mutiara, Bhella, dan adik-adik Bhella, Ira dan Aan ke Timlo bu Sastro. Timlo itu makanan khas Solo gitu. Isinya ternyata sosis solo (kayak lumpia) dikasih kuah gurih, terus bisa ditambah telor yang dibumbuin seperti dibacem, jeroan kayak ati, ampela gitu juga. Di Timlo Sastro, saya pesan Timlo Komplit, harganya 14ribu, dan Es Beras Kencur, harganya 3.500. Pas pertama di liat, kayaknya porsinya sedikit. Tapi, pas udah dimakan, itu super ngenyangin. Hahaha.. Soal rasa, ya lumayanlah walopun bukan favorit saya. πŸ˜›

Timlo & Es Beras Kencur

Daftar Menu Timlo Sastro

Setelah makan, kami diajak ke Keraton Kasunanan. Harga tiket masuknya 8ribu, ditambah tiket kamera 3ribu. Muter-muter disana. Ternyata kalo abdi dalem nggak boleh pake alas kaki. Terus, kalo pake sendal, pengunjung juga disuruh copot alas kaki. Kalo pake sepatu boleh dipake aja. Di keraton kasunanan banyak patung porselen yang kayak malaikat-malaikat gitu. Agak anaeh sih mengingat itu di Solo. Hehehe.. Katanya sih itu hadiah dari luar negeri. Di halamannya banyak pohon sawo yang bikin rindang. Abis itu ngelilingin museumnya. Sayangnya, ini bukan keraton tempat tinggalnya Paundarakarna. Eaaa..

Patung Porselen

Setelah dari sana, kami diantar Bhella kembali ke Purwosari. Hoho, tengkyu so much Bhella udah jadi guide πŸ˜€ Di purwosari, kami beli tiket kereta prameks selanjutnya yang ke Jogja. Sambil nunggu jadwal, kami sholat di stasiun. Toiletnya sumpah nggak nyaman banget deh.

Sampai di Jogja, saya beli nasi kucing. Niatnya beli di Angkringan 17 karena yang punya itu orang yang aktif di koprol dan sering banget jadi tempat kopdar. Tapi karena mutiara nggak tau tempatnya, akhirnya belinya cuma di gerobak angkringan deket kampusnya. Murah banget deh.

Malamnya kami makan bakmi jawa di pinggir jalan. Sambil menikmati ramenya jalan gitu maksudnya. Ahaha.. Habis itu ke mall cari coklat Monggo yang terkenal itu. Huee mahalll.. Sekitar 70ribu habis cuma buat beli 1 coklat ukuran lumayan besar dan 2 yang ukuran kecil. Tapi enak sih. Ada harga ada kualitas emang. Hohoho. Kalo ke Jogja laen kali kayaknya mesti ke pabriknya deh πŸ˜€

Hari ketiga, kami ke Prambanan. Mutiara nggak mau ikut masuk ke dalam. Bosen katanya. Jadinya dia nunggu di luar. Yasudah saya masuk ke sendiri. Pertama ke kompleks candi Loro Jonggrang. Udah pernah sih, tapi tetep aja nyenengin. Candinya masih belum selesai dibenerin pasca gempa jogja. Ada yang dikasih pager karena masih dibenerin. Di kompleks candi prambanan ada 4 kompleks candi, tapi yang rame cuma si Loro Jonggrang aja. Dengan jiwa bolang, saya berniat untuk mengunjungi semua kompleks candi itu. Saya foto peta yang ada di papan petunjuk supaya nggak nyasar.

salah satu candi di komplek loro jonggrang

Akibat gempa

Di tengah jalan menuju komplek candi selanjutnya, saya ketemu ibu-ibu. Ditanyain mau ke komplek candi yang laen ya, terus mereka bilang kalo sebenernya mau kesana tapi jalannya sepi jadinya mereka balik lagi. Agak keder juga sih, tapi nekat juga akhirnya ngikutin jalannya. Sampelah ke candi Lumbung. Agak nggak terawat gitu ya. Sepi. Ada bambu-bambunya gitu. Entah karena efek gempa juga atau gimana.

Candi Lumbung

Nggak jauh dari situ, ada candi bubrah. Dannn, papannya dicoret-coret pake piloks dong. Dasar orang Indonesia, nggak bisa ngerawat deh. Graoo. Candi Bubrah malah nggak tampak bentuk candinya. Batu-batu ngegeletak gitu aja disana.

Candi Bubrah

Terus, agak jauh kesana ada Candi Sewu. Oiya, ternyata biasanya candi-candi ini emang jarang dikunjungi dan cuma dilewatin sama kereta-keretaan yang muterin kompleks candi prambanan. Saya suka banget sama Candi Sewu ini. Lebih eksotis deh. Halahh.. Di depan setiap gerbangnya ada sepasang patung Dwarapala.

Candi Sewu

Abis dari candi sewu, saya coba cari jalan keluar. Tapi apa daya saya nampaknya nyasar ke museumnya. Yasudahlah muter-muter dulu disitu. Apalagi saat itu tiba-tiba hujan. Sambil neduh disana. Ternyata ada yang namanya ruang Audio Visual. Disitu diputer cerita mengenai candi prambanan. Yasudah saya masuk kesana. Bayar tiketnya 5ribu. Nontonnya agak geje karena itu udah mulai duluan. Cuma ada saya dan satu keluarga pengunjung disana. Sebelum filmnya selesai, keluarga itu pada keluar. Terus ada keluarga laen yang masuk. Dan petugasnyapun semena-mena muter ulang filmnya dari awal. Graoo, yasudah saya keluar darisana.

Cari cari jalan ke pintu keluar, akhirnya nemu. Tapi sebelumnya saya nyangkut dulu nonton pertunjukkan kuda lumping. Hahaha.. Kasian si Mutiara nunggu di luar berjam-jam. *nggak tau diri* πŸ˜› Karena saya jalan-jalan di Prambanannya sendirian, nggak punya foto diri sendiri deh disana. Hahaha

Kuda Lumping

Di jalan dekat prambanan banyak yang jual dawet, baik yang biasa atau yang hitam. Kami pun nyobain dawet disana. Lumayan seger abis capek ngelilingin prambanan. Abis itu pergi ke Ayam Goreng Bu Ninit buat makan. Laperrr. Ayam gorengnya simpel, nggak pake bumbu macem-macem. Lumayan enak dan murah. Makan berdua udah pake minum cuma abis 21ribu.

Darisana, lanjut ke Museum Affandi. Bangunannya unik. Disana ngeliat hasil lukisannya Affandi dan ada gedung yang isinya lukisan koleksi dari pelukis lain. Ada lukisan yang dijual juga. Dan yang bikin saya kaget, ada lukisan yang harganya sampe 1,5 Miliar. Udah nggak paham lagi. Abis dari Affandi, ke Malioboro sebentar. Mampir ke Mirota, iseng beli lulur-lulur gitu. Aheheu

Salah satu bangunan

Iconnya Affandi

Affandi, Istri, dan Ibu

Patung mirip Affandi

Abis itu menantang perut dengan beli oseng-oseng mercon yang ternyata tidak sepedas yang saya bayangkan. Hahahah.. Beli Mr. Burger juga, penasaran pengen nyobain karena outletnya dimana-mana di Jogja. EnakanΒ  burger daripada si oseng-oseng mercon. πŸ˜› Malemnya di kosan aja, nonton bola sambil ngobrol-ngobrol girl’s talk gitu. Aheyyy..

Hari keempat, pagi-pagi banget saya di drop di Malioboro. Malioboro masih sepi banget. Jalanan sepi, toko-toko belum pada buka. Yasudah saya jalan-jalan aja. Niatnya ke Vredeburg, tapi belum buka. Dan ternyata karena itu hari Senin, Vredeburg nggak buka. Grao. Yasudah saya muter-muter perempatan disitu. Dari Bank Indonesia Jogja, jalan ke Kantor Pos, nyebrang ke BNI yang gedugnya unik, terus ke Istana. Karena bingung mesti ngapain dan banyak yang belum buka. Akhirnya saya ke McD Malioboro.. Eaaa, ujung-ujungnya McD juga. Hahaha. Agak lama ngabisin waktu disana. Ditelpon sama pakde disuruh ke rumahnya aja sorenya.

malioboro pagi hari

BI Jogja

Vredeburg

Monumen Batik

Istana

Bosen di McD, akhirnya muter-muter Malioboro lagi. Lumayan dapet kaos Dagadu palsu dan pensil hias lucu buat oleh-oleh Megi dan Putri anak ibu kos. Entah saat itu saya udah muter malioboro berapa kali. Akhirnya naek becak ke Keraton Jogja. Hurrayy.. Another keraton. Bedanya keraton jogja sama keraton solo, pengunjung nggak usah lepas alas kaki karena dianggap tamu. Saya tau dari guidenya. Hahaha, saya ngikut aja rombongan yang ada disitu. Akhirnya lepas dari rombongan, masuk ke museum batiknya dan museum yang ada foto-foto orang keraton dan silsilahnya gitu. Hawanya bikin merinding. πŸ˜›

Wek

Museum Batik

Abis dari situ, cari-cari jalan keluar. Dan entah kenapa tiba-tiba saya sampe di Tamansari. Wew. Yaudah saya minta jemput sama Mutiara. Langsung ke kosannya, packing karena bakal ke rumah Pakde dan langsung ke stasiun tugu malemnya. Sekitar jam setengah 4, berangkat ke masjid kampus UGM, ketemuan sama Ayu, sepupu saya. Walopun belum pernah ketemu, tau mukanya sih soalnya udah jadi friend di fb. Ahaha.. Yasudah ikut motornya berangkat ke rumah pakde yang lumayan jauh. Dan tiba-tiba di tengah perjalanan, turun hujan deres banget dong. Kami neduh dulu agak lama. Mendekati maghrib baru sampe rumahnya. Kebetulan pakde dan bude abis pulang haji jadi di rumahnya ditawarin kacang arab dan air zam-zam gitu. Nunggu isya disana terus berangkat ke stasiun. Tapi makan dulu di Papa Ron’s, dahsyat kenyangnya.

Sampe di stasiun, masih agak lama sebelum keretanya dateng. Setelah kereta dateng, pakde dan ayu pulang. Saya naek ke kereta. Dan sialnya, dapetnya di ujung. Sempit banget, harusnya harganya beda dongs. Nggak nyaman banget deh. Di jalan saya cuma tidur. Nyampe Bandungnya lumayan telat, harusnya jam 5 tapi waktu itu baru sampe jam 7.

Dan berakhirlah MangJoSo Trip ini dengan membawa segudang pengalaman dan makin menipisnya saldo di rekening, Hahaha, dasar traveler kere πŸ˜›

MangJoSo Part 1

Di tengah kegalauan menjelang uas, tiba-tiba saya impulsif pengen jalan-jalan menghabiskan liburan akhir tahun sebelum pulang ke rumah. Dan yang terpikir saat itu adalah Malang dan Jogja. Kenapa? Karena ada teman yang memang pengen saya kunjungi di kedua kota itu. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengirim message fb ke kedua teman saya tersebut. Saya tanya kapan mereka uas, bakal sibuk nggak sekitar akhir Desember, dan yang paling penting adalah saya tanya apa mereka bisa nemenin kalo saya jalan-jalan kesana. Dan jawaban yang saya dapatkan nggak mengecewakan, keduanya oke-oke aja kalo saya datang ke tempat mereka. Yihaa..

Jadi, saya pun mematangkan rencana. Saya memutuskan bahwa rutenya adalah Malang, Jogja, terus lanjut Solo dan saya sebut sebagai proyek MangJoSo. πŸ˜› Hal yang saya kira paling sulit, yaitu minta izin ortu, ternyata bisa didapatkan dengan mudah. Padahal saya belum cerita detail rencana perjalanannya gimana. Beda banget sama pas saya mau ke Kiluan. πŸ˜›

Saya berangkat ke Malang tanggal 20 Desember naek kereta Malabar bareng kak Restya yang kebetulan memang mau pulang ke Malang. Naek yang eksekutif, jadinya lumayan mahal, 230ribu. T_T Berangkat jam 15.30. Sampe di Malang sekitar jam 9 pagi keesokan harinya. Teman saya, Dewi, yang kuliah di UnBraw udah nunggu di stasiun. πŸ˜€ Kami pun ke kosannya.

Hari pertama di Malang belum kemana-mana sih. Cuma di kosannya aja. Dan bisa dibilang,Β  di hari pertama ini saya nggak ngeluarin biaya apa-apa. Makan pagi tiba-tiba udah disediain. Dan makan malam pun ditraktir nasi ayam sama temen sekosannya dewi, yusrina yang sering juga dipanggil ncus, karena dia lagi ulang tahun.

Hari kedua di Malang, saya, dewi, dan ncus pergi ke Toko Oen yang terkenal itu. Tapi sebelumnya kami ke UnBraw dulu. Btw, saya sebenernya bingung nyebutnya UnBraw apa bukan. Saya keseringan nyebut UnBraw atau UniBraw, tapi disana tulisannya UB dan orang-orangpun kayaknya lebih suka nyebut UB. Entahlah πŸ˜›

Toko Oen merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalo lagi ke Malang. Tempatnya jadul, desain interiornya unik dan jadul juga. Mereka ngejual home made ice cream, cake, dan juga oleh-oleh khas malang. Selain itu ada juga european food, chinese food, dan indonesian food. Hati-hati buat yang muslim, mereka juga jual B2.

welkom in malang

oleh-oleh malang

Di Toko Oen, saya pesan es krimnya. Saya milih Oen’s Special. Dewi & ncus milih yang isinya 1 scoop. Dan pas dateng, betapa kecewanya mereka karena ukuran scoopnya bener-bener kecil. Hahaha.. Yak, sekali-sekali nggak apa-apa lah ya.. Apalagi saya, yang lagi belagak jadi turis. Kalo es krim yang saya pilih sih nggak mengecewakan. Saya dapet 3 scoop es krim berbagai rasa, ditambah potongan cherry, wafer, dan 2 stik astor. Es krimnya enak :9 Buat turis dengan kantong cekak macem saya ini emang nggak disarankan untuk makan banyak-banyak disana, mahilll.

Oen’s Special

Setelah dari Toko Oen, kami melipir ke Alun-Alun yang nggak jauh dari situ. Di dekat situ ada gereja dan juga masjidΒ  Kami pun muter-muter di alun-alun. Di tengahnya ada kolam dan di sekitarnya banyak burung dara. πŸ˜€ Sayangnya kolamnya nggak keurus. Airnya aja warna ijo 😦

Burung dara di sekitar kolam πŸ™‚

Setelah dari alun-alun, kami kembali ke kosan Dewi naek angkot. Ongkos angkotnya sama rata, jauh deket 2500. Lumayan mahal ya kalo naeknya nggak terlalu jauh. Abis itu, kami pesan makanan di warung sebelah kosan Dewi. Dan saya nggak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk makan makanan khas daerah di tempat asalnya. Saya memesan rujak uleg, yang bisa dibilang rujak cingur juga sih. *karena saya nggak tau bedanya dengan rujak cingur apa* Harganya cuma 4ribu, tapi kenyangnya bukan maen.

Agak siang, saya ke Universitas Muhammadiyah Malang. Ketemu sama temen kuliah ibu saya. Betapa cengoknya ketika teman ibu saya bilang kalo ibu saya bilangnya mau kesana mau tau UnMuh itu gimana. Wheww.. Saya merasa dijebak T_T Padahal ibu saya nyuruh kesana katanya biar menyambung silaturahim. Dan saya sempat kebingungan mau ngomong apa pas ketemu. Tau apa yang terjadi selanjutnya? Saya muter-muter geje fakultas teknik informatikanya sama beberapa mahasiswa disitu karena temen ibu saya mau rapat. Kenapa dibilang geje? Karena saya nggak tau mesti ngomong apa, dan mereka yang nganterin pun bingung mau cerita apa. Salah saya juga sih datengnya kesiangan. 😦 Btw, kampus UnMuh Malang luas banget deh.

Plang namanya aja segede gini

Dibelah kali, dan di ujung sana ada Dome

Malamnya, kami ke Batu Night Spectacular (BNS). Sebelumnya ada wacana bakal nggak jadi ke BNSnya, tapi untungnya jadi juga. πŸ˜› Ke BNS bareng temen-temen sekosannya Dewi, yaitu Nia, Arum, Ncus, dan Mbak Galuh. πŸ˜€ Batu itu lumayan jauh dari pusat kota, kami kesana naik mobilnya Rendy, pacarnya Nia. Dan sebenernya ada rencana lain, yaitu ngasih surprise ulang tahun ke Arum. Pas kami lagi jalan di Lampion Garden, tiba-tiba pacarnya Arum dateng bawa kue ulang tahun. Ihiyyy…

Batu Night Spectacular (BNS)

full team

Tiket masuk BNS sebenernya 10ribu, tapi karena saat itu libur akhir tahun harga tiketnya naik jadi 12500. Tiket masuk Lampion Garden harganya 10ribu. Di BNS ada banyak wahana, beberapa diantaranya Rumah Hantu, Bioskop 4D, Go Kart, Rumah Kaca, Bom-Bom Car, dll. Selain BNS, di daerah Batu ada Jatim Park & Jatim Park 2. Yang  kemarin dilewatin pas jalan ke BNS cuma Jatim Park 2 sih, dan itu keren banget. Sayangnya kemaren saya nggak sempet kesana. 😦

Pulang dari BNS, kami kelaparan dan pengen makan. Tadinya mau ke nasi kucing, tapi tempatnya penuh banget dan isinya kebanyakan cowok. Cecewek di rombongan pun nggak mau makan disitu, untungnya nasinya pun udah abis. Jadinya kami cari tempat makan lain. Kami pergi ke warung lalapan. Apa yang terbayang saat mendengar lalapan? Saya sih ngebayangin timun, kol, kemangi, dan berbagai sayuran lain yang biasa dijadiin lalap. Bahkan, sebelumnya saya pengen nyeletuk “makan rumput yang di pager aja” pas mereka bilang mau makan lalapan. (doh) Hahaha.. Untungnya saya nggak jadi nyeletuk begitu. Karena yang dimaksud lalapan adalah pecel. Bukan pecel yang pake sayuran itu. Tapi istilah pecel dalam pecel lele, pecel ayam, dan lain sebagainya. Mereka menyebutnya lalapan ayam, lalapan lele, lalapan bebek. Begitchu.. Pahamlah saya pas sampe ke tempat makannya yang berupa warung tenda di pinggir jalan. Karena pas saya perhatiin, emang warung tenda lain juga nyebutnya lalapan. πŸ˜€ Saya pesan lalapan bebek. Enak, kering, gurih, potongan bebeknya juga nggak kecil-kecil amat. πŸ˜›

Habis makan, kami pun pulang. Pas saya tidur, ternyata ada ronde 2 surprise ulang tahun Arum. Dia disiram kopi dan berbagai campuran yang bikin dia harus mandi tengah malem. Hehehe

Hari ketiga, hari terakhir di Malang. Pagi-pagi, saya sarapan tahu telor. Harganya cuma 5ribu, dan itu super ngenyangin. Abis sarapan, saya dan dewi berangkat ke terminal buat ngambil tiket bis Handoyo ke Jogja yang udah dipesen kemaren sorenya. Lumayan lama disana karena ternyata tiketnya baru mau diambil ke kantornya. Harga tiketnya 72ribu. Kenapa naik bis? Karena sampe di jogjanya subuh. Kalo naik kereta kan sampenya tengah malem, kasian temen saya yang mau ngejemput.

Setelah itu kami ke Matos, disana muter-muter sebentar terus lanjut ke foodcourtnya dan nyobain Cui Mie. Saya milih Cui Mie Udang. Porsinya besar banget, padahal saya masih kenyang. Tapi, akhirnya bisa diabisin juga sih πŸ˜› Di plangnya dibilang mangkok cui mienya bisa dimakan, ternyata itu karena ada mangkok pangsitnya. Hehehe..

mangkoknya pun bisa dimakan

Cui Mie Udang

Abis dari Matos, kami ke Museum Brawijaya. Sayangnya udah tutup karena datengnya kesorean. Jadinya ya cuma di depannya aja. Belum beruntung nih 😦

Museum Brawijaya

Setelah puas, kami pun kembali ke kosan. Tapi sebelumnya beli oleh-oleh dulu. Nggak beli terlalu banyak, soalnya saya males ribet bawa macem-macem. Pas di kosan, saya packing lagi karena habis maghrib harus cepet berangkat ke terminal.

Bis harusnya berangkat jam 7 dan saya ternyata sampe disana mepet banget jam 7. Untungnya belum ditinggal, dan karena ini masih di Indonesia bisnya pun baru berangkat sekitar jam 7.15 (baca: budaya ngaret). Nggak apa-apa sih soalnya semakin telat berangkatnya, berarti semakin telat juga saya sampe di Jogja yang berarti nggak terlalu pagi sampe sananya.Β  Saya disuruh turun di jembatan Janti sama temen saya dan disuruh sms pas sampe daerah Prambanan karena terminalnya jauh banget. Tapi saking pulesnya tidur saya, saya baru kebangun pas pak kondekturnya bilang Janti. Hadehhh.. Saya pun maju ke depan deket supir siap-siap turun. Saya bingung, udah agak lama kok nggak ada yang turun. Saya kira, bakal banyak yang turun disitu. Saya pun nanya, Jembatan Janti dimana. Eh, malah dimarahin. Dibilangnya tadi dia udah bilang janti berkali-kali tapi kok nggak turun. Ya mana saya tau, itu kan pertama kalinya saya kesono naik bis. Saya nggak tau, pas dia nyebut janti itu maksudnya udah di jembatannya ato belum. *dongdong* Akhirnya saya minta diturunin deket situ aja. Kyaa.. Gimana nasib saya selanjutnya? Tunggu postingan berikutnya ya πŸ˜€

Teluk Kiluan: Superb!

Nah, kalo yang ini ceritanya masih baru banget. Baru 2 minggu yang lalu. Jadi, seharusnya saya masuk kuliah setelah libur lebaran adalah tanggal 20 September. Tapi, karena saya terlambat beli tiket balik ke Bandung, akhirnya dapet yang malam selasa alias bolos sehari. Nah, kebetulan saat itu saya ngeliat di fb bahwa Ayoo Travelling yang mau ke Teluk Kiluan tanggal 18-19 September masih ada jatah untuk satu orang lagi. Langsunglah saya pengen ikut, hahaha.. Saya langsung tanya, apa saya bisa ikut langsung dari Bandar Lampung (kebetulan mereka dari Jakarta). Dan ternyata bisa! πŸ˜€

Masalah lain adalah, saya harus izin dulu ke orang tua. Aduh susah ya.. Masa’ perlu bilang kalo nggak diizinin, besok-besok kalo mau pergi nggak usah izin sekalian. *dasar anak bandel* Dan ujung-ujungnya diizinin sih. Saya yakin kok, jalan-jalan ini bakalan safe. Apalagi ternyata di rombongan itu banyak ceweknya. Orang tua saya khawatir karena di rombongan nggak ada yang dikenal. -.-” Oke, akhirnya saya fix ikut. DP udah ditransfer. *muhaha, untuk hal-hal kayak ginilah saya cari kerja part time. biar pas pengen pergi, nggak perlu ngebujuk ortu buat minta uang. fufufu*

Hari Sabtu pagi, jam 6 saya kumpul dengan rombongan AT. Ketemuan di deket kantor walikota. Abis itu langsung berangkat menuju Teluk Kiluan. Btw, buat yang belum tau, Teluk Kiluan itu ada di Provinsi Lampung dan terkenal dengan lumba-lumba hidung botolnya. Sempet berhenti sebentar di Way Ratai buat sarapan. Sampe di Teluk Kiluan sekitar jam 11. Jalannya nggak begitu bagus, terutama pas udah deket. Naik turun, pinggirnya jurang, tikungan, jalan berbatu dan jeglok sana sini, berasa off road gitu deh. Apalagi ada jembatan yang rusak, jadinya ngelewatin jalur sungai yang kering gitu. -.-“

Tapi, pas udah sampe.. Huaaa, perjalanan tadi terlupakan deh. Pantainya sepi, tenang, masih alami deh. Yang ngurus emang warga-warga situ. Nah, anggota rombongan yang cewek ditempatin di pondokan bambu di pinggir pantai. Dan disitu ada dermaganya. Huaa, asikk.. Yang suka foto-foto pasti seneng deh. πŸ˜€ Kami pun istirahat dan kemudian sholat. Abis sholat, makan siang pun disajikan. Hidangannya? Ikan pastinya. Ikan yang masih segar karena baru ditangkap. Hmmm, mantap.. Entah kenapa makanan yang sederhana, tapi pas makan disitu nikmatnya jadi berlipat ganda. Hahaha lebay πŸ˜›

Sorenya, kami pun naik jukung untuk snorkelling. Satu jukung isinya 5 orang. Nah, karena nggak ada yang nyewain alat snorkelling sebaiknya kalo mau kesini bawa alat sendiri deh. Tapi kalo life jacket sih ada yang nyewain. Kalo nggak bisa ngusahain alat snorkel, coba aja pake kaca mata renang biasa dan jangan lupa sandal travelling (sandal yang ada talinya, biar nggak copot dan kaki nggak terluka kena terumbu karang). Kerennn.. Sayangnya saya nggak jago snorkelan, jadinya cuma ngeliat ke bawah sebentar, terus gelantungan di jukung aja. Huhuhu, sayang banget.. Tapi, emang keren deh.. Apalagi buat saya yang sebelumnya belum pernah snorkelling. (blush) Oiya, airnya jernih banget, dari atas pun sebenernya udah lumayan keliatan terumbu karangnya. Tapi sayangnya, ada beberapa spot yang kotor karena sampah. Grrr.. Setelah beberapa lama snorkelling, kami pun menepi dan main-main di pantai pasir putihnya. Karena udah sore, ombaknya lagi pasang dan itu lumayan besar. Jadinya pada maen ombak deh. Hehehe..

Pulang dari snorkelling, kami bilasan di kamar mandi umum. Dan malamnya makan malam donggg. Kali ini makan ikan bakar dengan bumbu seruit, khas Lampung. Yang pasti enakk, apalagi abis kecapekan snorkelling. πŸ˜› Dan setelah itu kembali ke pondokan karena paginya bakal ngejar lumba-lumba di samudra hindia. πŸ˜€

Paginya, sekitar jam setengah 6 kami sudah siap. Tapi baru naik jukungnya sekitar jam 6. Padahal, katanya sih waktu yang cocok untuk berangkat adalah jam 5 pagi. Tapi yasudahlah, yang penting nanti ketemu lumba-lumba. Hahaha.. Kali ini, penumpang jukung cuma 2 sampai 3 orang karena jukung bakal dibawa ke Samudera Hindia dan ngejer lumba-lumba. Jadi, kalo penumpang kebanyakan ntar pengemudinya kesusahan. Deg-degan banget pas jukung mulai masuk ke Samudera Hindia. Bayangin aja perahu sekecil itu di tengah Samudera yang entah dimana ujungnya. Huaa, ngeri dehh.. Tapi pas udah agak lama dan kelihatan jukung-jukung lain yang sama-sama lagi ngejer lumba-lumba, deg-degannya lumayan berkurang. Apalai pas ngeliat lumab-lumba pertama lewat. Huaa, girangnya bukan main.. Mas pengemudi jukung dengan lincah mengarahkan jukung ke dekat lumba-lumba supaya kami bisa melihat lumba-lumba lebih dekat. Berkali-kali begitu. Kadang-kadang si mas pengemudi jukung mengeluarkan bunyi mirip peluit untuk memancing lumba-lumba supaya mendekat. Huaa, bener-bener seru deh..

Setelah beberapa jam, lumba-lumba pun mulai jarang. Kami kembali menuju teluk kiluan. Nah, jalur pulang agak berbeda dengan jalur berangkat. Kami diajak memutari Cengkalit. Sejenis batu candi gitu mungkin ya. Kerennn.. Dan disitu ada batu yang bentuknya mirip kepala orang. Kemudian, kami berhenti dulu di Pulau Kelapa. Pulaunya kecil. Dan kami keliling pulau itu. Oiya, ada biaya masuk pulau 5 ribu aja. Sayangnya nggak terlalu terurus sekarang, padahal dulu katanya bagus. Nih foto-foto pantai di pulau kelapa. Cantik banget kan? Padahal itu cuma diambil pake hp gara-gara batre digicam habis. πŸ˜€

Setelah itu, kami kembali ke penginapan dan sarapan. Kali ini bukan ikan, mungkin karena si ibu yang masak takut kami bosen. πŸ˜› Setelah beres-beres dan pamitan, rombongan pun pulang. Saya turun di teluk betung, sementara yang lain makan dan kembali ke Jakarta.

Jalan-jalan begini bikin saya tambah pengen pergi ke tempat lain seperti Karimun Jawa, Kepulauan Seribu, Sawarna, Ujung Kulon, Bromo, Bali, Lombok, Bangka Belitung, Raja Ampat. Huaaa, tambah banyak aja yang dipengenin. Mudah-mudahan bisa pergi kesana. Aminnn

Cirebon: Keraton dan Wisata Kuliner :9

Hmmm, ini cerita pas saya jalan-jalan ke Cirebon. Udah lama sih, udah setahun lebih. Waktu itu pas pemilu legislatif, kebetulan kuliah libur. Dan saya pun menggolput dengan malah pergi ikut Sesdika pulang ke Cirebon. (ninja)

Sebenernya udah di Terminal Cicaheum sejakΒ  maghrib. Tapi nggak tau kenapa pas itu bis ke Cirebon susah banget ditemui dan kalo ada pun rebut-rebutan heboh. Akhirnya, agak malem baru dapet bis. Sampe Cirebon mungkin sekitar jam 1 dini hari. Aduh nggak yakin juga sih, saya udah lupa. πŸ˜›

Besoknya saya dianter Sesdika ke salah satu dari 3 keraton di Cirebon, Keraton Kasepuhan. Hmmm, sepi.. Bukan kayak objek wisata. Mungkin karena lagi pemilu kali ya. Dan kamipun coba masuk ke dalam kompleknya. Tiba-tiba ada bapak-bapak nyamperin dan diapun mulai bercerita tentang Keraton Kasepuhan. Ceritanya sih saya udah lupa. -.-” Ada yang soal buaya putih, singa barong, adzan 7 kali pas sholat jumat, dan beberapa yang agak mistis gitu. Kalo googling kayaknya bakal nemu deh cerita lengkapnya πŸ˜›

Liat foto-fotonya aja ya..

Abis dari situ, kami pun ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang masih satu komplek dengan Keraton Kasepuhan. Bahan bangunan utamanya kayu dan masih kokoh berdiri. Masjid ini ada di adzan maghrib salah satu tv deh kalo nggak salah.

Siangnya, setelah sholat di Masjid Raya At-Taqwa kami makan empal gentong, makanan khas Cirebon. Niatnya sih pengen nasi jambal, tapi kok nggak ketemu tempatnya. Akhirnya makan empal gentongΒ  deh. Tempatnya di deket Grage Mall. Empal gentong itu mirip rawon, tapi kuahnya nggak item. *yaiyalah* Dinamain empal gentong karena dimasak di gentong. Enakkk, apalagi pake kerupuk kulit :9

Hari kedua, karena penasaran dengan lokasi Nasi Jamblang yang dari kemaren dicari-cari nggak ketemu, Dika pun ngajak saya cari nasi jamblang itu. Dan berkat petunjuk mamanya Dika, akhirnya ketemu juga tuh nasi. Ternyata emang deket-deket Grage Mall itu juga. Kalo nggak salah mananya Nasi Jamblang Mang Dull, dan itu udah terkenal. Nasi jamblang itu nasi yang dibungkus daun jati, nah pilihan lauknya itu yang macem-macem. Tinggal pilih deh pokoknya. Abis itu jangan lupa bayar πŸ˜›

Abis makan, kami pergi ke pantai pelabuhan. Kalo dibandingin dengan pantai di Lampung sih ini nggak banget deh. Tanpa pasir putih, airnya kotor, Hiii.. Tapi herannya ya, banyak juga yg berenang. Bahkan saya banyak ngeliat nenek-nenek ikutan nyebur ke pantai. Sumpah baru kali itu saya ngeliat banyak nenek-nenek mandi di pantai. Disitu jalan-jalan dan foto-foto aja di jalan batu gitu. Abis itu minum es kelapa. Dan pas itulah saya mendengar bahasa yang digunakan disana adalah campuran jawa dan sunda, bahasa pesisir lah ya. Hihihi, lucu juga..

Abis itu, istirahat sebentar dan berangkat ke Terminal Harja Mukti buat balik ke Bandung. Huhuhu.. Cepet banget.. Pas di jalan saya liat Taman Sunyaragi, apa itu? Silahkan digugel πŸ˜›

Yang nyebelin adalah, bis yang saya tumpangi macet. Grraoo.. Akhirnya perjalanan yang seharusnya 3-4 jam aja molor jadi 6 jam. -.-“

Ngapain aja di Semester 6?

Semester lalu, saya ngeposting tentang kegiatan saya dari semester 1 sampe 5. Nah, supaya konsisten, sekarang saya nulis kegiatan saya di semester 6 ini. Cekidot! *halah*

Di semester 6 ini saya ngambil 19 SKS, tadinya sih 21 SKS tapi gara-gara Komunikasi Pembangunan alias Kompem katanya nggak boleh diambil anak 2007 karena diprioritaskan untuk 2006 ke atas akhirnya saya drop deh.Jadi, saya ngambil makul Intelegensia Buatan (IB), Interaksi Manusia-Komputer (IMK), Komunikasi Antarpersonal (KAP), Pemrograman Internet (Progin), Sistem Terdistribusi (Sister), Sosioteknologi Informasi (Sosif), dan Rekayasa Lingkungan (Rekling).

Intelegensia Buatan (IB) belajar tentang intelegensia buatan (yaiyalah ya, garing nih.. kriuk kriuk..). Mulai dari apa intelegensia buatan itu, apa itu intelligent agent, apa itu knowledge based system, natural language processing, learning, planning, sampai multiagent. Ada 2 tugas besar. Yang pertama, bikin strategi untuk game turn-based-strategy dengan menggunakan path finding search dan constraint satisfaction problems. Modul utamanya, dibuat oleh perwakilan-perwakilan kelompok. Mereka yang membuat GUI dari game ini. Isinya dewa-dewa bo, worship-lah.. Sedangkan implementasi modul untuk pilihan strategi, dibuat oleh masing-masing kelompok. Kelompok saya untuk tubes 1 adalah Dhana, Dara, Edwin, Hanug, Mega, dan Luqman. Untuk, tubes 1 kami nggak berhasil menyelesaikannya. Hikss.. Jadinya, nggak bisa ikut dipertandingkan deh strateginya. Ini screenshot dari GUI game-nya.

IB TBS

 

Tubes 2, membuat aplikasi facebook yang memprediksi penghasilan seseorang berdasarkan datanya dan hasil learning. Karena kelompoknya nggak boleh bener-bener sama dengan kelompok tubes 1, saya sekelompok dengan Dhana, Dara, Iponk, Jikung, Juli, dan Zulfikar. Nah, saya kebagian ngurusin aplikasi facebooknya. Btw, saya disini nggak ngejelasin urusan teknisnya loh, cuma ceritanya aja ya :p. Nama aplikasinya Ask Ai! Sayangnya pake localhost, jadi nggak bisa dibuka deh sama orang lain. Terus, saya juga nggak punya printscreen aplikasinya karena kemaren pake laptop iponk, laptop saya lemotnya parah sih sebelum di-install ulang. Tapi ini ada hasil feed dialognya di akun Dumi Dumairi alias si akun dummy yang sengaja dibuat untuk nyobain aplikasi ini. Hahaha, fotonya si JGS kesukaan iponk. Kami dapet nilai A dari Bu Masayu loh buat presentasinya. Huaa, setelah kegagalan tubes 1 pastinya ini bikin seneng banget ^^.

Ask Ai!

Interaksi Manusia-Komputer, disini belajar banyak tentang desain interaksi mencakup aspek afektif dan evaluasinya juga. Tugasnya pake flash. Tugas pertama, bikin perkenalan diri. Yang kedua, bikin bahan ajar mandiri. Terus ada tugas kelompok yang dikerjakan bertahap. Saya sekelompok dengan Dara, Juli, dan Mega. Kami ngebuat online photobooth. Namanya Narcheeze. Hahaha, biar orang-orang makin narsis.. Ini nih beberapa screenshot-nya

Narcheeze

Narcheeze

IMK nggak ada UTS dan UAS, adanya kuis yang diadakan hampir setiap minggu dan presentasi hasil tugas.

Komunikasi Antarpersonal. Visi dari kuliah ini adalah pembentukan karakter dan pembangunan kerja sama tim. Sedepp.. Intinya belajar gimana komunikasi yang baik, komunikasi dalam tim, manajemen konflik, dll. UTS dan UASnya take home test. Kerjakan sesuai kejujuran dan pribadi Anda, begitu kata salah satu pengajar. πŸ™‚

Pemrograman Internet. Huaah, ini nih makul yang paling menyiksa karena tugasnya. Ada 5 tugas yang munculnya tanpa henti. Di hari deadline tugas 1, tugas 2 muncul. Di hari deadline tugas 2, tugas 3 muncul. Dan seterusnya.. Deritanya tiada akhir pokoknya. Tapi emang banyak hal baru yang bisa dipelajari sih. Apalagi saya memang sebelumnya belum pernah bikin aplikasi internet selain pake html doang. Tugas pertama. sekelompok sama Aris dan Mega. Tugasnya bikin tampilan web jejaring sosial dengan 2 tema pake css. Masih dasar banget, cuma pake html, javascript, dan css. Tugas berakhir sukses damai sentosa. Bareng dewa Aris gitu :p

Tugas kedua sekelompok sama Hanug doang, padahal wajarnya satu kelompok itu anggotanya 3 orang. Kecuali kalo Hanug diitung 2. (ninja) Jadi, kita disuruh bikin aplikasi gabungan dari jejaring sosial dan web kuliah pake PHP dan basis datanya di MySQL. Waduh, kewalahan parah. Apalagi kerjanya remote dan mesti ngegabung-gabungin lagi. Akhirnya ada fitur yang belum bisa terpenuhi, misalnya forum. Tapi lumayanlah buat belajar, paling nggak udah bisa follow, bisa nge-post, bisa komentar, fungsi adminnya jalan.. *menyenangkan diri sendiri*

Tugas ketiga sekelompok sama Hanug dan Yuki. Tugasnya masih ngelanjutin tugas kedua. Jadi, sekarang mesti diubah ke ajax, dibuat paginasi, dan bisa chatting. Hmmm, lagi-lagi nggak bisa menuhin semua fiturnya.. Hikss..

Tugas keempat, pake JSP bikin aplikasi chatting. Sekelompok bareng Neo dan Edwin. Saya kebagian bikin login dan registrasinya. Hasil akhirnya? Lagi-lagi nggak selesai.. (tears)

Tugas kelima, sekelompok bareng Dara dan Vina. Socket programming. Jadi client-nya aplikasi desktop, dibuat pake Java. Sedangkan servernya pake bahasa C. Hmm, emang nih speknya sengaja nyusahin aja. Hasilnya, cuma bisa registrasi, login, dan add temen. Karena nilainya kecil dan asistennya baik hati, kami dikasih waktu tambahan sama asisten buat ngebenerin lagi. Untungnya, kami bisa nambahin fitur chat, transfer file peer to peer, dan nampilin temen yg lagi on/off. Fiuhh, lumayanlah walopun nilainya dipotong karena dikasih waktu tambahan untuk ngebenerin.

James

Emang saya nggak bisa begitu bagus nyelesain tugas-tugasnya. Tapi dari tugas-tugas ini banyak banget pengetahuan yang bisa didapet. Dari mulai CSS yang sebelumnya cuma bisa make punya orang, PHP yang tadinya cuma coba-coba, Ajax yang tadinya cuma pernah denger, JSP dan Servlet yang apa itu aja saya nggak tau, sampai Socket programming yang pernah dikerjain pas tugas jarkom tapi udah lupa. Jadi, nggak ada yang perlu disesali lah ya.. ^^

Progin nggak ada UTS, tapi ada UAS yang cara ngejawab soalnya baru kali ini saya temui. Jadi misalnya ada pilihan a, b, c, d, dan e. Masing-masing pilihan kita tandai. Dilingkari kalo benar, disilang kalo salah, dan diemin kalo nggak tau. Jadi walopun cuma beberapa lembar, tapi sebenernya ada > 100 soal. Ckckck..

Sistem terdistribusi ya belajar tentang sistem terdistribusilah ya. RPC, CORBA, dll. Ada presentasi kelompok juga. Kalo ujiannya sih sebenernya gampang, asal rajin baca dan memahami materi aja kali ya. Buktinya jikung dapet 100 UTSnya. :p. Tapi dasar saya aja yang males dan masih pake sistem kebut semalam (tears)

Sosioteknologi Informasi, belajar penerapan IT. Antara lain soal e-KTP, HAKI dan ERP. Terus dosen tamunya pernah ada pak Hasnul Suhaimi, Presdirnya XL dan pak Cahyana, Kepala Balitbang SDM Kominfo. Pak Hasnul presentasi tentang Value Driven Strategy, sedangkan pak Cahyana presentasi tentang IT for prosperity, bagaimana IT bisa dipakai untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Rekayasa Lingkungan, belajar tentang pengelolaan air bersih, air limbah, drainase, polusi udara, sampah, B3, Amdal, dan teknologi bersih. Sejak awal, sebenernya udah dikasih tugas makalah. Tapi karena kesibukan tugas *alesan* tetep aja dibikinnya pas akhir-akhir. Makalah ini dipresentasikan di akhir.

Haiyah, sekarang tinggal tunggu nilainya keluar. Mudah-mudahan bisa bagus dan nggak ada yang ngulang. Kalo ngulang, udah bikin lama lulus, bikin mabok pula. Ya ampun, jangan sampe deh.. Mohon doanya yaaa.. πŸ™‚

Btw selain kuliah, saya coba cari kegiatan lain.. Yah, walopun masih di kampus juga sih -.-“. Saya ikut les bahasa inggris di UPT Bahasa ITB. Lumayan buat ngelatih ngomong lagi, udah kaku soalnya.. Terus, ngasisten praktikum PTI B di comlabs, ngambil 2 shift. Iseng-iseng aja sih. Dan ikutan proyek penelitian di biomedik. Buat nambah pengalaman gitu, lumayan kali ya buat CV. Hahaha :p

5 Semester

Blog ini udah lama banget nggak diisi, salah satu penyebabnya adalah karena kesibukan kuliah saya. Kuliah di ITB, khususnya IF benar-benar menguras waktu dan energi. Terutama karena tugas-tugasnya. Hampir setiap mata kuliah punya tugas besar, di samping adanya tugas, tugas kecil, PR, dan segala macam istilah yang artinya sama: tugas.

Di tulisan ini saya akan berbagi mengenai apa saja yang terjadi selama 5 semester kuliah saya. Mungkin bisa berguna untuk adik-adik saya yang pengen masuk ITB.

TPB (Semester 1 & 2)
Di ITB, mahasiswa baru nggak langsung kuliah pada program studi tetapi mengalami dulu yang namanya Tahap Persiapan Bersama (TPB). Teman-teman sekelas adalah teman-teman 1 fakultas/sekolah. Dulu saya masuk Kelas Kalkulus 8, atau sebut saja K-8. Pada zaman saya (2007), Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dibagi menjadi 4 kelas utama. FYI, sekolah adalah sebutan ITB untuk fakultas yang jumlah prodi di bawahnya <= 2. Di TPB, mahasiswa belajar ilmu dasar seperti kalkulus, fisika dasar, kimia dasar, bahasa inggris, tata tulis karya ilmiah (TTKI), konsep teknologi, pengetahuan lingkungan, dan mata kuliah dasar/pengenalan fakultas masing-masing. Untuk mata kuliah pengenalan fakultas, STEI memberikan Dasar Pemrograman dan Pengantar Rangkaian Elektrik. Saat ini, dengan kurikulum baru DasPro berubah menjadi Pengantar Teknologi Informasi A (PTI A) dan PRE berubah menjadi Dasar Rangkaian Elektrik (DRE).

Menurut kebanyakan mahasiswa ITB, masa TPB merupakan masa senang-senang dimana IP 4 bertebaran. Tapi, buat saya tidak. Penyebabnya adalah saya tidak suka fisika atau kimia. Makanya saya pilih teknik informatika karena saya bisa menghindari mata kuliah seperti itu :p. Untuk kalkulus si saya masih bisa menerima, apalagi dosennya pak Salman yang sampai sekarang masih menjadi dosen favorit dan paling mengesankan buat saya. Yang lebih menyebalkan (buat saya) adalah adanya praktikum FiDas dan KiDas yang diadakan 2 minggu sekali. Untuk mata kuliah fisika dasar, mulai tahun saya ada riset kecil-kecilan. Pada saat itu, kami disuruh membuat pelontar dan generator sederhana. Kalau ini sih menyenangkan. Ini hasilnya :

Untuk bahasa inggris, saya mendapatkan kelas academic writing. Ada 3 macam kelas bahasa inggris : reading, academic writing, dan conversation. Katanya si pembagian kelas ini berdasarkan tes bahasa inggris saat awal masuk. Tugas akhirnya saat itu membuat essay 2000 kata, 1 kelompok 2 orang. Tema saya adalah Sperm Donation. Agak ngeri ya temanya. Hehehe, soalnya essay ditulis dalam bentuk argumentative essay. Jadi, harus yang memancing perdebatan gitu deh temanya. Selain bahasa inggris, mata kuliah yang mengharuskan pembuatan essay, paper, atau bentuk tulisan lain adalah TTKI (pastinya), KonTek, dan PengLing.

Dasar pemrograman dan PRE didapatkan di semester 2. Kalau sekarang, DRE di semester 1 dan PTI A di semester 2. Ada praktikum tiap minggu untuk DasPro. Bahasa yang digunakan adalah Pascal. Siapkan diri sebelum praktikum karena waktunya terbatas. Terlambat kalau baru pada saat praktikum baru mulai belajar, kecuali kalau memang sudah men’dewa’. Soalnya (berdasarkan pengalaman) asisten juga sebel kalo ada yang kebanyakan nanya. Mulai tahun ini, PTI A ada tugas besarnya lho. (devil). Untuk PRE, hmmm.. saya memang dari awal tidak suka dengan pelajaran yang berhubungan dengan listrik-listrikan.

Pada masa TPB, ada 2 kali UTS. Masa UTS dimulai saat pertengahan semester. Setiap minggu ada 1 kali UTS, pada hari jumat. Kuliah tetap berjalan. Biasanya si setelah semua mata kuliah sudah selesai UTS 1nya, 1 atau 2 minggu kemudian sudah UTS 2. Jadi, hampir setiap minggu, TPB menjalani UTS. Untuk UAS, beberapa makul seperti FiDas atau KiDas tidak mengharuskan mahasiswa ikut. Tergantung pada nilai sebelumnya.

Jadwal kuliah TPB sangat teratur, biasanya masuk jam 7 dan maksimal jam 5 sudah selesai. Gedung yang paling sering digunakan adalah Gedung Kuliah Umum (GKU) Barat. Gedung ini istimewa banget. Anda akan tau istimewanya kalau sudah mencoba naik tangganya. (devil)

Semester 3
Semester pertama sebagai mahasiswa teknik informatika. Mata kuliah yang saya ambil adalah Algoritma dan Struktur Data (AlStrukDat), Struktur Diskrit (StrukDis), Probabilitas dan Statistika (Probstat), Sistem Digital (SisDig), Praktikum Sistem Digital, Matematika Teknik (MaTek), dan Agama Islam.

AlStrukDat adalah nyawa di semester 3. Disini dikenalkan berbagai struktur data, seperti array, matriks, stack, queue, dan list. Praktikum sudah pasti ada. Bahasa yang digunakan adalah C. Nah, di mata kuliah inilah istilah TuBes pertama kali dikenalkan kepada kami. TuBes 1 adalah membuat kompiler sederhana bahasa pascal yang diberinama Pascala. Yak, kompiler! Di tubes 1 ini saya sekelompok dengan rizky, wafi, aden, luthfi, dan pandy. Tubes perdana ini hasilnya nggak begitu baik, tapi lumayanlah buat belajar. Tubes kedua adalah job scheduling. Saya sekelompok dengan kamal, araf, adi, dan kurnia. Di kedua tubes tersebut saya jadi satu-satunya anggota kelompok yang perempuan. Yak, hal itu memang sudah biasa mengingat sedikitnya jumlah mahasiswi di STEI. Di AlStrukDat kelasnya masih dicampur dengan anak STEI karena elektro pun mendapatkan AlStrukDat.

Mata Kuliah StrukDis tidak terlalu sulit dibandingkan dengan yang lain. Disini dipelajari mengenai himpunan, relasi, fungsi, induksi matematik, teori bilangan bulat, kombinatorial, aljabar boolean, graf, pohon, dan kompleksitas algoritma. Ada tugas membuat makalah sebagai tugas akhir.

Probabilitas dan Statistika. Pertemuan pertama, kalau dosennya Pak R***a, diisi dengan perkenalan dan penjabaran CVnya yang panjang. Hehehe.. Kalo untuk makulnya si pelajarin aja baik-baik, latihan soal dari tahun sebelumnya. *Sstt, ini rahasia. Nilai defaultnya A, asal rajin masuk aja. :D*

Sistem Digital. Ini dari elektro. Belajar tentang sistem digital. Yaiyalah, hehehe.. Saya nggak bisa ngejelasin banyak, soalnya saya juga nggak ngerti banyak. Intinya ada register, counter, synchronous, asynchronous, blablabla.

Praktikum Sistem Digital. 1 sks. Hati-hati dengan peralatan yang mahal. Disini, saya 1 kelompok dengan bung edwin. Kayaknya saya banyak ngerepotin, udah nggak ngerti, datengnya telat mulu, minta ambilin buku catatan laboratorium alias BCL terus lagi. Hahaha.. Saya baru ngerti tentang suatu modul itu setalah praktikumnya. Emang ni nggak berbakat dengan yang berbau-bau elektro. Tugas akhirnya milih beberapa proyek. Kami milih Thunderbird Taillights, simulasi lampu sen gitulah ya kira-kira. Oiya, kuliah praktikumnya juga ada, lengkap dengan ujiannya. -.-

Matematika Teknik. Lanjutannya kalkulus. Masih berkutat dengan cacing-cacing. Dan saya selalu tidur di dalam kelas. Parah. Udah khawatir bakalan ngulang, dan untungnya nggak karena hasil uts 1 saya lumayan. Entah keajaiban darimana, padahal malemnya ada acara wisudaan dan saya nggak bisa belajar banyak.

Agama Islam. Kalo kata temen-temen, pilihlah dosen yang paket A alias yang ngasih nilai A semua. Jadi saya ngikut aja. Ujiannya take home test, sayangnya saya nggak ngerjain dengan baik. Penyebabnya adalah karena laptop saya sempat terkena virus tanatos dan mesti nginstal lagi beberapa software. Ujung-ujungnya saya baru baru ngerjain ujian H-1 dan nggak ikut kebagian paket A.

Semester 4
Makul yang saya ambil adalah Pemrograman Berbasis Objek (PBO)/ Object Oriented Programming (OOP), Teori Bahasa dan Otomata (TBO/OTB), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Basis Data (BasDat), Logika Informatika (LogIf), dan Arsitektur dan Organisasi Komputer (OrKom)

Mulai merasakan yang namanya badai tubes dan tidak bisa melarikan diri dari ngoding. Begadang atau nginep sudah jadi hal yang biasa. Bahkan, ada yang nggak mandi sampai berhari-hari. Hahaha

Di OOP, dikenalkan dengan konsep kelas dan inheritance. Bahasa yang digunakan adalah C++ dan Java. Tubes 1 adalah membuat simulasi kebun binatang. Masih menggunakan terminal, menggunakan bahasa C++. Saya sekelompok dengan dara, dhana, edwin, hanug, dan emre. Tubes 2, masih dengan tugas dan kelompok yang sama. Bedanya, GUI dan dibuat dalam bahasa Java. Ini hasilnya :


OTB. Saya nggak ngerti terlalu banyak karena saya ngertinya telat. Sepertinya tidak terlalu sulit, tapi dasar sayanya aja yang males jadinya ya gitu deh. Rajin-rajin aja baca dan latihan soal.

RPL. Software engineering is not coding. Ada banyak hal yang lebih luas daripada sekedar ngoding di dalam pembangunan perangkat lunak. Nah itu dipelajari disini. Ada tugas per kelompok sepanjang semester. Walaupun cuma berhubungan dengan dokumen, jangan disepelekan lho. Dokumentasi itu penting. Tools yang dipake StarUML.

BasDat. Belajar mengenai pemodelan data. Ada tugas kelompok juga. Belajar menggunakan SQL, yang kemaren dipake adalah MySQL dan Oracle. Ada beberapa kali praktikum dan ada ujian praktikumnya juga.

LogIf. Ini termasuk pelajaran senang-senang. Nggak terlalu susahlah buat anak IF. Belajar tentang logika : logika relasi, logika proposisi. Ada beberapa kali praktikum dan tugas besar. Saya sekelompok dengan dara, dhana, edwin dan hanug lagi. Tugasnya tentang sistem pakar. Kami membuat sistem pembagian harta warisan. Bahasa yang digunakan adalah prolog.

OrKom. Kalo udah mengenai hardware, pasti saya ngaco. Termasuk juga OrKom. Tips untuk ujian OrKom : baca slide, highlight yang penting, baca yang nggak di-hightlight! Hahaha.. Itu tips serius lho, buktinya pas uas ada pertanyaan siapakah direktur perusahaan XXX. Aneh kan. Hampir saya jawab bukan saya. -.-“. Pas UAS, soalnya pilihan. Tapi model pilihannya kayak soal SPMB yang 1, 2, 3, 4 atau benar salah. Untung nilainya sesuai distribusi nilai. Kalo nggak, pasti saya nggak lulus. Tubesnya istimewa banget, pake bahasa assembly. Saya sekelompok dengan sesdika dan mega. Dika mendewi, di tengah kebingungan saya memahami assembly dika udah mulai ngoding. Akhirnya saya mulai ngerti setelah melihat kode yang dibuat dika. Tubes 1 pake spim, yang kedua pake TASM. Tubes 1 membaca input berbagai tipe data kemudian mencetak ke layar. Tubes 2 membuat game snake. Ada praktikumnya juga.

Tahun kedua ini kebanyakan kuliah masuk siang. Tahun genap masuk siang, tahun ganjil masuk pagi. Oiya, ujiannya nggak lagi per minggu kayak TPB. Tapi ada minggu ujian khusus. Dan khusus untuk IF, biasanya nggak ada kuliah selama musim ujian. Khusus untuk IF juga, cuma ada sekali UTS dan UAs. ProDi lain sepertinya masih ada UTS 2.

Semester 5
MaKul yang saya ambil di semester ini Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut (RPLL), Sistem Operasi (SO/OS), Sistem Informasi (SI), Jaringan Komputer (JarKom), Sistem Basis Data (SBD), Strategi Algoritma (stiGma), dan PKn.

RPLL, lanjutannya RPL. Disini dipelajari tentang pembangunan aplikasi web dan sedikit manajemen pembangunan perangkat lunak. Salah satu tugasnya bikin rancangan aplikasi web jejaring sosial, namanya konco. Ada beberapa tugas kecil kelompok, dan kami sempat menggunakan googledocs untuk mengerjakan. Hehehe, seru juga pake googledocs. Oiya, kelompok saya dara, edwin, dan dhana.

OS. Belajar tentang konsep OS, seperti proses, scheduling, deadlock, IPC, memori, I/O, disk, dll. Ada 2 tugas besar. Yang pertama menambahkan system call baru pada kernel Linux. Saya sekelompok dengan stephen dan aden. Yang kedua, membuat file system sederhana. Sekelompok dengan davidsoen, samsu, arnold, vina, hafid, dan dhana. Banyak dewanya ni, saya jadi nyampah. Hikss.. Soal UASnya ajaib, mudah-mudahan lulus deh. Amin. Ada beberapa tugas pribadi juga.

SI. Saya suka materi pelajarannya. Tapi gara-gara kuliahnya jam 7, saya beberapa kali telat dan nggak bisa masuk. Kebiasaan masuk siang si. Hehehe.. Yang bikin sebel itu materinya banyak banget : analisis sitem, penentuan kebutuhan, perekayasaan kebutuhan, organisasi virtual, pembangunan sistem, implementasi sistem, dan masih banyak lagi. Tugasnya dikerjakan sepanjang semester. Jadi, kita mendatangi sebuah perusahaan/lembaga. Kemudian, dari keadaan perusahaan/ lembaga itu kita analisis kebutuhan dan dibuatkan desain dan prototipe sistem informasinya. Saya sekelompok dengan hanug yang moody dan mega yang sibuk. Hahaha.. Kami datang ke Badan Amil Zakat (BAZ) Jawa Barat.

JarKom. Belajar mengenai layer-layer dalam jaringan komputer : physical layer, data link layer, network layer, transport layer, dan application layer. Rajin-rajin aja mencatat. Ada 2 tugas besar. Saya sekelompok dengan edria, iwan, dara, yulino, dan ryan setiadi. Tugas pertama bikin simulasi aplikasi point to point communication menggunakan kabel UTP. Disini saya lumayan nyampah, soalnya lebih fokus ke TuBes 1 StiGma yang deadlinenya di hari yang sama. Ujung-ujungnya cuma bantu ngetes program. Tubes 2, implementasi routing protocol sederhana yang berbasiskan Distance Vector Protocol. Nah lo, apa itu? Males ah saya ngejelasin :p. Deadline-nya deketan sama OS. Padahal dari lab yang sama. (annoyed).

SBD. Yang dipelajari : optimasi query, transaksi, konkurensi, recovery, integrity, security, performance tuning, dll. Lumayan susah. Nilai UTS 1 ajaib semua. Hahaha. Mudah-mudahan lulus. Amin. Yang menarik dari SBD itu pas ngebahas content-based database retrieval. Padahal itu cuma materi tambahan. Saya baru sadar kalau database itu luas banget cakupannya. Maksudnya database yang content-based itu misalnya database musik, gambar, atau video. Database gambar/image contohnya sidik jari dan DNA. Nah, untuk mencari kesamaan sidik jari atau DNA kan berdasarkan content data tersebut. Bukan dengan informasi yang terkandung di dalamnya (konteks). Ya pokoknya begitu deh. Saya nggak bagus ni ngejelasin.

StiGma. Makul favorit saya. Soalnya saya emang suka dengan yang berbau-bau algoritma. Yang dipelajari : brute force, greedy, divide and conquer, BFS, DFS, backtrack, branch and bound, pattern matching, program dinamis, dan teori P, NP. Tubes 1 sekelompok dengan edwin dan gisca. Bikin Othello dengan algoritma Greedy. Sayangnya pas sebelum dikumpul, saya mengubah sesuatu yang saya pikir nggak bakal ngefek ke kerja program. Eh, ternyata gara-gara itu programnya nge-bug. Hiks hiks hiks.. Dan itu baru ditemukan pas demo program. Oiya, buat yang belum tau, setiap tubes ada demonya. Jadi kita menunjukkan dan menjelaskan program ke asisten. Tubes 2, sekelompok dengan dhana dan gisca. Tugasnya bikin simulasi pencarian titik api oleh robot dalam labirin dengan menggunakan algoritma backtracking. Ada bug yang juga baru ditemukan saat demo. Hahaha, kacau ni saya. Tapi nggak separah yang tubes 1. Bug-nya bukan di kerja program. Selain tubes, ada tugas kecilnya juga. Yang pertama, sudoku dengan brute force. Kedua, Perkalian matriks dengan algoritma Strassen. Ketiga, perbandingan algoritma pattern matching menggunakan Java Applet. Dan terakhir ada tugas makalah.


PKn. Kayaknya mata kuliah formalitas. Kelas Paket A. Semoga aja beneran dapet paket A juga. Huhuhu

Yak, sekian sharing dari saya. Lagi nunggu nilai keluar ni. Mudah-mudahan nggak ada yang mesti diulang. Amin amin. Jadi, udah tau kan kenapa saya jarang ngapdet blog. Ngurus diri sendiri aja kadang nggak bisa gara-gara kebanyakan tugas. Apalagi ngurusin blog. Mungkin karena saya belum bisa bagi waktu dengan baik juga kali ya. Banyak tugas, banyak kelompok, sedikit waktu. Fyuuh.

Panjang juga ya ceritanya. Nggak berasa udah tingkat 3. Kayaknya baru kemaren belajar mati-matian buat SPMB. Hahaha.. Semangat!