Backpacking Impulsif ke Jeju Island – Part III

2015-06-16 10.38.32

Part I |Part II

Hari Ketiga

Hari ketiga ini saya rencananya mau eksplor bagian timur bawah dan selatan. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Gwangchigi Beach gara-gara malemnya baru tau kalo pantai ini adalah pantai yang muncul di drama Warm & Cozy.

Sayangnya pagi itu hujan lagi. Waktu saya sampai di pantai, suasananya gloomy banget. Ombaknya lagi agak gede. Pengunjungnya juga sepi banget. Jadinya saya cuma sebentar banget disana. Oh iya, lokasi Gwangchigi Beach ini nggak jauh dari Seongsan Ilchulbong. Jadi kita bisa liat Seongsan Ilchulbong dari pantai ini.

gwangchigi beach

gwangchigi beach

Agak nyesel nggak eksplor pantai ini lebih jauh. Soalnya pas liat-liat foto orang, kok bagus. Tapi waktu itu saya nggak nemu tempat-tempat itu sih. Pengennya liat ini:

#제주도#광치기해변#성산일출봉

A photo posted by 지혜✌🏻 (@iam_jihye_) on

yeo yeonseok at gwangchigi beach

yeo yeonseok at gwangchigi beach

gwanchigi1

kang sora at gwangchigi beach

Udah gitu pas nunggu bis ke tempat selanjutnya ternyata bisnya lama banget. Nyesel kuadrat.

Tujuan selanjutnya adalah Seopjikoji. Untuk kesana, saya turun di Goseong-ri Gu Seongsan Nonghyeob (고성리 구 성산농협) bus stop. Dari sana saya naik taksi ke Seopjikoji. Soalnya kalo naik bis, bis yang kesana jarang dan mesti jalan sekitar 1,5 kilo lagi. Ongkos taksi 4000an KRW. Dan ternyata Seopjikoji ini cakeppp. Saya suka banget view tebing dan lautnya. Banyak haenyeo juga  di lautnya. Kerenn. Walopun bakal lebih keren lagi kalo datengnya pas musim semi, soalnya bunga rapeseed lagi pada mekar.

Nah, rumah ini katanya muncul di drama All In yang dibintangi Song Hyegyo. Tapi udah dimodifikasi gitu sekarang jadi lebih warna-warni kayak doll house. Kalo mau masuk kesini bayar, jadinya saya nggak masuk. xD Lagian nggak tau dramanya juga sih.

SAM_9391

All In house

Di dekat sini ada lighthouse. Dan belakangan saya baru tahu kalo ini muncul di Warm & Cozy pas mereka mau liat sunrise. Kyaaaaa. Gunwoo mana gunwoo.

yoo yeonseok & kang sora

yoo yeonseok & kang sora

Seongsan Ilchulbong masih keliatan juga dari Seopjikoji.

seongsan ilchulbong dari seopjikoji

seongsan ilchulbong dari seopjikoji

Saya lumayan lama di Seopjikoji. Dari Seopjikoji saya kemudian menuju ke Soesokkak Estuary. Untuk kesana saya naik taksi lagi ke bus stop sebelumnya. Saya minta tolong sama ahjumma yang jaga booth parkir buat nelpon taksi. Soalnya saya kira bakal gampang cari taksi disana, eh nggak taunya mesti manggil call taxi padahal saya nggak punya nomernya. Akhirnya ditawarin ditelponin pas saya nanya kalo mau cari taksi dimana. Makasih ahjumma <33

Soesokkak Estuary ini adalah rekomendasi temen saya. Dan yupp, ternyata emang cakep banget. Jadi Soesokkak ini adalah pertemuan sungai dan laut gitu. Disini kita bisa naik water bike, canoe, kayak, dll. Ini foto-foto Soesokkak.

Katanya ada batu yang bentuknya mirip muka jenderal, belalai gajah, dll. Kkkk.

bentuk batu

bentuk batu

Soesokkak adalah salah satu tempat favorit saya selama di Jeju. Sayangnya bagian pantainya kalah cantik, pasirnya item. Airnya juga nggak jernih.

Setelah dari Soesokkak saya lanjut menuju Jeongbang Waterfall. Lokasinya di Jeju bagian selatan. Untuk kesana, saya turun di Dongmun Rotary Bus Stop. Dari sana masih jalan sekitar 1,5 kilo. //tepar//

Untungnya di Jeongbang Waterfall ada locker gratis, jadi saya bisa naro bawaan saya dan dengan bebas menikmati pemandangan air terjunnya. Minta aja kuncinya sama petugas tiket. Nah, Jeongbang Waterfall ini adalah satu-satunya air terjun di Asia yang airnya jatuh di laut. Tingginya sekitar 23m dan lebarnya 8m. Sebenernya nggak ke laut langsung juga sih. Kayak ada cerukan di pinggir laut. Disini banyak batu-batu kali besar. Jadi hati-hati, apalagi kalau abis ujan. Licin. Di Jeju bagian selatan sebenernya ada 2 air terjun lagi, Cheonjiyeon dan Cheonjeyeon. Sayangnya nggak sempet kesana.

Dari Jeongbang Waterfall saya ke penginapan untuk malam itu di daerah Seogwi-dong. Namanya Namguk Hotel. Pas booking lewat booking.com, saya pilih female dorm dengan harga 17000 KRW per malam. Eh pas dateng ternyata saya dapet kamar untuk saya sendiri. Isinya 2 single bed tapi satunya kosong. Ada tv juga di kamarnya. Haha. Kamarnya agak keliatan tua sih, tapi nggak masalah. Setelah istirahat beberapa lama, saya pun panik buru-buru berangkat ke Teddy Bear Museum. Soalnya penjualan tiket cuma buka sampe jam 7 malem sedangkan kalo pake bis, untuk kesana butuh waktu sekitar 1 jam dan bisa nggak kekejer. Setelah lari-lari ke bus stop terdekat, ujung-ujungnya saya pun naik taksi kesana. Haha. Pokoknya hari itu saya berkali-kali naek taksi. Untungnya di naver ataupun daum map udah keliatan biaya taksi kira-kira berapa.

Teddy Bear Museum ini lokasinya di area Jungmun Resort. Disini banyak banget hotel-hotel mewah. Orang asing bukan pemandangan langka, berasa bukan lagi di Korea. Hehe. Harga tiket masuk ke Teddy Bear Museum adalah 9500 KRW.

teddy bear museum

teddy bear museum

Ruang pertama yang saya kunjungi isinya tentang sejarah gitu, tapi tokoh-tokohnya jadi teddy bear. Terus kalo kita mendekat ke kacanya, boneka-bonekanya bakal bergerak. Lucuu.

bergerak!

Di ruang kedua ada miniatur pernikahan tradisional Korea, replika lukisan-lukisan terkenal yang tokohnya berubah jadi teddy bear, teddy bear swarovski & louis vuitton, dan yang paling pengen diliat: miniatur teddy bear dari drama Goong (Palace) yang dulu ngetop banget.

Terus lagi ada pameran khusus yang temanya adalah kesehariannya Soonsim dalam SNS. Hihi, konsepnya lucu.

soonsim

soonsim

Di bagian bawah ada souvenir shopnya. Banyak banget pilihan souvenir lucu, harganya kalo nggak salah mulai belasan ribu won. Ada juga life-sized teddy bear dengan berbagai kostum. Yang bahkan di bagian pamerannya malah jarang. Ada steve jobs, marlyn monroe, PSY, michael jackson  dll disini.

Ada juga ruang pertunjukan Elvis Presley. Jadi di teaternya bakal ada teddy bear berbentuk elvis presley dkk perform lengkap dengan perlatan bandnya. Naiseuu! Selain di Jeju, ada juga Museum Teddy Bear di Seorak & Gyeongju. Info lengkap bisa liat di situsnya.

Dari Teddy Bear Museum saya pun kembali ke penginapan dengan menggunakan bis. //nggak mau rugi bandar// Tapi nunggu bisnya lamaaa banget. Haha.

Hari keempat Ini adalah hari terakhir. Hiks hiks. Sekitar jam 7 saya sudah meninggalkan hotel. Dan lagi-lagi hujan. Rencana saya hari ini adalah mengunjungi Jeju bagian barat yang nggak keburu saya eksplor di hari pertama. Jadi rute saya selama di jeju ini thawaf 1 puteran. Kkkk. Tempat yang pertama kali saya kunjungi adalah Bomnal Cafe! Kafe ini muncul di Warm & Cozy sebagai restoran 맨도롱 또똣 tempatnya Gunwoo & Jungjoo.

WarmAndCozyPoster

맨도롱 또똣

Lokasinya pas banget sebelah pantai. Gara-gara muncul di drama, kafe ini jadi makin tenar. Pas saya kesana banyak yang antre gitu. Yang jaga pun tanya ke saya butuh kursi buat berapa orang. Setelah saya jawab kalo cuma 1, dia sempet nyuruh saya nunggu. Tapi untungnya nggak lama. Yeayy. Disana saya pesen vanilla latte & cheese cake yang kalo ditotal harganya 10000 KRW. Padahal saya nggak seberapa doyan kopi dan kalo diajak ke coffee shop pun saya selalu pesen smoothie. Wkwkwkw. Oh iya, sebenernya kafe ini cuma dipake bagian luarnya aja kalo di drama. Bagian dalem restoran pake drama set. Setelah menghabiskan si cheese cake dan menyerah ngabisin kopi, saya pun foto-foto bagian belakang yang ada guesthousenya juga. Tadinya saya pengen nginep disini, sayangnya lagi nggak buka karena masih dipake syuting dan mau renovasi. Huhuhu.

Bagian belakangnya cakeppp.

Dari sana, saya lanjut ke Iho Taewoo Beach. Ternyata jalan dari bus stop ke pantainya lumayan jauh. Tujuan saya di pantai ini adalah pengen liat lighthouse berbentuk kuda poni. Demi ya demii. Hahaha. Hujan-hujanan sampe sepatu basah. Dan ternyata si lighthouse juga lumayan jauh dari entrance pantai. Ini dia lighthouse kudanya. Kkkk. Ada yang merah dan putih.

Setelah rasa penasaran terbayar saya pun kembali ke bus stop. Dan akhirnya kembali ke bandara naik taksi karena bisnya lama.

Nggak kerasa udah 4 hari aja di Jeju, tapi kayaknya masih banyak banget yang belum dikunjungi, makanan yang masih pengen dicoba dan hal yang pengen dilakuin.

Semoga ada kesempatan buat main kesini lagi. Dan semoga nggak sendirian lagi biar bisa nyewa mobil. Hahaha. Meskipun naik kendaraan umum selama di Jeju bukanlah hal yang mustahil, tapi capeknya luar biasa karena dari bus stop ke tempat tujuannya biasanya masih perlu jalan lagi. Selain itu, jarak antar bus biasanya sekitar 15-20 menit jadi banyak waktu yang kebuang buat nunggu bis. But, it was a super fun journey! Goodbye and thank you Jeju!

4 thoughts on “Backpacking Impulsif ke Jeju Island – Part III

    • haha iya, minus monyetnya juga
      bangunan yang mana? justru biasanya karena udah muncul di drama baru dibagusin dan dipromoin. disini laku sih yg kyk gitu xD

      • Itu yang tebing terus bawahnya langsung laut itu hehehe. Loh bukannya udah keren dulu baru dibuat syuting gitu ya? Malah dibuat syuting dulu baru dikerenin gitu? Kebalikan ya sama di Indonesia hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s