Mampir ke Museum Pos Indonesia

Beberapa waktu lalu saya mau mengirim sesuatu ke luar negeri, biasanya saya ke kantor pos pusat yang di Jl. Asia Afrika karena pasti bisa EMS. Saya pernah coba yang di Dago tapi disana nggak bisa EMS. Tapi karena kejauhan, saya pun coba datang ke Kantor Pos Cilaki. Dan untungnya bisa kirim pakai EMS juga disana. Saat itu ramai anak SD, dan dari situlah saya tahu kalau disana ada Museum Pos juga. Tapi karena abis itu saya harus ke kantor, jadinya nggak sempat deh mampir ke museumnya.

Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia

Sekian minggu kemudian, saya ingin mengirim kartu pos. Saya pun ke Kantor Pos Cilaki lagi. Kali ini saya iseng mampir ke museum. Masuk ke museumnya gratis, keluarnya.. juga gratis kok. Haha.

Koleksi pertama yang dilihat adalah berbagai macam kotak pos. Ada kotak pos model jepang karena memang hadiah dari jepang, ada kotak pos yang biasa kita lihat di jalan, ada juga kotak pos yang lacinya banyak yang biasanya dipake di gedung bertingkat dan masing-masing laci digunakan untuk menampung surat untuk lantai tertentu.

kotak pos model jepang

kotak pos model jepang

Belok kiri dari situ kita bisa melihat sepeda jaman dulu yang dipakai sebagai sepeda pos. Di dekat situ ada juga koleksi perangko emas yang dibuat untuk memperingati meninggalnya ibu tien soeharto dan presiden soekarno, serta 1 abad bung hatta. Ada koleksi mesin cetak alamat juga. Dan yang paling mencolok, ada diorama pos keliling desa yang ukurannya 1:1. Tapi ya itu wig dan tampang orang-orangnya serem gitu. Haha.

Agak kesana lagi ada koleksi perangko dari berbagai negara. Dikelompokkan berdasarkan negara dan tema perangkonya. Ada koleksi mesin-mesin jadul yang dipakai dalam proses kerja pengeposan juga. Misalnya timbangan dan mesin sortir.

Kemudian ada koleksi kantong pos dan seragam pos. Ruangan gelap + sepi + bangunan tua + koleksi dari jaman dulu membuat saya agak merinding. Haha. Jadilah saya nggak lama-lama disana. Pas jalan ke arah luar, ketemu diorama lain yang serem juga. Wkwkwk. Makin cepetlah jalannya. Hahaha.

Kalau berdasarkan banner di luar, harusnya kita bisa minta pakai pemandu atau ke ruang audiovisual supaya dapat penjelasan lebih banyak. Tapi karena waktu itu saya emang iseng doang dan nggak mau lama-lama ditambah hari itu hari sabtu dan museum cuma buka setengah hari jadinya ya nggak sempet nanya soal audiovisualnya. Sayangnya pas kesana hp saya lowbat dan kamera yang dibawa juga ternyata belum dicas, alhasil cuma sedikit deh foto-fotonya.

Saran saya, kalau kesini jangan sendirian apalagi kalau penakut macam saya ini. xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s