Bali For Dummies – Part 2

2 Mei 2014
Hari ini saya menggunakan jasa rental mobil dari Pondok 2A. Rekomendasi rental dari teman saya setelah saya menyerah kebingungan cari rental yang cocok. Haha. Untuk avanza dengan sopir dan bbm untuk 10 jam, ongkos rentalnya 400ribu. Saya minta dijemput jam setengah 9 di hotel. Pak Putu, sopir kami untuk hari itu, datang on time. Bahkan malah kami yang ngaret belum selesai sarapan saat pak putu datang.

Selesai sarapan kami langsung berangkat ke Tanah Lot. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik, dewasa 10000, anak-anak 7500. Kalau wisatawan asing, dewasa 30000, anak-anak 15000. Dari gerbang utama ke pura, kami berjalan melewati deretan toko souvenir. Tapi kami nggak membeli apa-apa disana, hehe. Sampai di komplek pura, kami berjalan ke arah pura batu bolong atau pura karang bolong. Lokasinya di ujung batu karang yang bolong di tengahnya, makanya dinamakan seperti itu. Saat kami datang, laut sedang pasang dan ombaknya besar sekali. Bahkan sesekali batu karang ikut bergetar saat ombak datang. Bikin deg-degan gimanaa gitu.

Dari batu bolong, kami pindah ke pura enjung galuh. Disini kami foto-foto lagi.

pura tanah lot as seen from pura enjung galuh

pura tanah lot as seen from pura enjung galuh

Kemudian pindah ke pura jro kandang. Sama seperti pura lainnya, hanya yang akan sembahyang saja yang boleh masuk ke dalam pura. Jadi kami melihat dari luar saja. Ada yang sedang sembahyang disana. Menurut vita, biasanya yang sembahyang di pura besar di hari biasa seperti ini sedang punya permintaan khusus. Karena untuk sehari-hari, mereka sembahyangnya bisa di rumah saja. Kalau berdasarkan booklet informasi, pura jro kandang dibangun untuk memuja dewa penguasa berbagai jenis hama dan penyakit agar ternak dan tanaman terhindar dari hama dan penyakit.

Dari sana kami kemudian berjalan ke arah pura penataran dan pura tanah lot. Sayangnya karena air laut sedang pasang kami tidak bisa ke pura tanah lot. Padahal kalau bisa turun, kita bisa melihat ular dan mata air disana. Harusnya survei dulu kapan waktu pasang dan surutnya air laut kalau mau kesini. Oh iya kalau kesini jangan lupa ambil booklet informasi di bagian depan tempat pengecekan tiket. Cukup informatif isinya ^^

pura tanah lot

pura tanah lot

Dari tanah lot, kami kemudian menuju bedugul. Perjalanan memakan waktu 1,5 jam lebih. Melewati gerbang kebun raya dan pasar candi kuning. Saya sempat melihat masjid dan madrasah juga, pemandangan langka di sini. Di bedugul, tujuan kami adalah mengunjungi pura ulun danu beratan. Ulun berarti di atas, danu berarti danau jadi secara literal artinya adalah pura di atas danau beratan. Begitu sampai di pura, yang pertama saya lakukan adalah meminjam uang 50ribu. Loh, kenapa? Karena gambar di uang 50ribu adalah pura ulun danu beratan ini. Haha. Saya pun membandingkan gambar yang ada di uang dengan aslinya. Yeayy, mission completed.

tadaa

tadaa

Menurut vita, pura ulun danu ini justru bukan pura utama di komplek pura disitu. Pura utama tepat berada di seberang pura ulun danu. Di danau ini ada penyewaan bebek-bebekan. Kami berjalan ke dermaga tempat si bebek-bebek diparkir. Duduk-duduk disitu sambil melihat pemandangan pura, danau, dan bukit di sekitarnya. Udara di bedugul lumayan sejuk karena posisinya yang di dataran tinggi. Dari sana kemudian kami pindah ke lapangan rumput gitu. Foto-foto disana karena dari situ view ke danau dan bukitnya bagus banget.

Dari situ kami berjalan ke arah lain, ternyata ada atraksi foto bareng binatang disini. Binatang yang bisa diajak foto antara lain kelelawar dan burung hantu mini. Tentunya nggak gratis. Kasihan melihat binatang-binatang jadi objek seperti itu. >_<

Puas muter-muter, kami pun makan siang. Oh iya sebelumnya saya sempat beli kartu pos juga di toko suvenir dekat tempat parkir. Kami makan siang di warung muslim taliwang hj. marfuah. Lokasinya persis di seberang gerbang utama. Disana saya pesan ayam betutu, ayamnya besar sekali. Dilengkapi dengan sambal matah dan sambal merah yang oily. Saya juga pesan plecing kangkung dan beberok terong untuk dimakan beramai-ramai. Tapi sayangnya karena semua sudah kerepotan menghabiskan makanannya masing-masing, pelecing dan beberok terongnya nggak habis. Padahal plecingnya enak banget, segerr banget bumbunya. *kan jadi ngiler lagi* Disini ada musholla, jadi saya numpang sholat disini.

Dari bedugul, rencana awal tadinya mau ke kintamani untuk melihat danau dan gunung batur. Tapi begitu bilang ke pak putu, beliau bilang nggak bisa karena beda jalur. Lagipula sudah siang, sampai kesana sudah sore nggak bisa lihat apa-apa karena awan sudah turun. Yahh. Salah saya juga sih nggak konfirmasi jalur dulu. Vita memang sudah menyarankan ke saya untuk menanyakan bisa nggak rental mobilnya mengikuti jalur yang saya rencanakan. Tapi saya kemudian nggak mengkonfirmasikan jalurnya karena saya pikir ya rental mobil harusnya ikut saja jalur yang saya tentukan dan kalau overtime ya tinggal tambah biayanya.

Pak putu pun menyarankan ke pura taman ayun dan pantai seminyak, biasanya jalur kalau dari bedugul kesana. Yasudah akhirnya kami ke pura taman ayun. Pura Taman Ayun terletak di daerah Mengwi. Pura ini adalah pura ibu bagi kerajaan mengwi. Di sekitarnya terdapat kolam ikan besar.

IMG_4163

taman

Di dekat gerbang masuk, kita bisa melihat taman yang ada air mancurnya. Masuk lebih dalam, ada pura di tengah-tengah. Di depannya ada gerbang besar yang ditutup. Pada saat tertentu saja gerbang ini dibuka. Di dekatnya ada semacam gazebo yang berisi lukisan. Di area ini juga ada menara yang ada kentongan di bagian atasnya. Saya lupa apa namanya. Kita bisa naik ke atasnya, tapi hati-hati tangganya licin.

Di bagian lebih dalam, kita bisa melihat komplek pura-pura utama. Tentu dari luar pagar saja. Pura disini bentuknya macam-macam. Oh iya sayangnya saat kami kesana, tiba-tiba turun hujan. Jadi kami nggak lama disana.

Dari pura taman ayun, kami minta diantar ke pusat oleh-oleh Krisna. Disana banyak sekali pilihan oleh-oleh dengan harga murah. Buat orang yang nggak bisa nawar seperti saya, tempat ini cocokk banget. Disana saya beli kacang disco, pie susu, dan keripik ceker. Keripik cekernya buat saya sendiri, haha. Saya juga beli kaos dan batik buat oleh-oleh. Lumayan lama disini, bukan karena banyak yang dibeli tapi karena bingung saking banyaknya pilihan mau beli apa. Haha. Kami selesai belanja sekitar jam 6 sore. Sampai di hotel jam setengah 7, pas sekali sesuai jatah rental.

2014-05-02 18.02.29

krisna

Malam itu kami makan malam di hotel karena di voucher yang kami beli, dapat compliment 1x makan malam di hotel. Sayang pilihan makanan di paket ini cuma sedikit: nasi goreng, mie goreng, dan capcay. Saya pilih mie goreng, iponk pilih capcay. Setelah makan, kami ke minimarket. Saya gagal membujuk iponk ke ground zero malam itu karena jam segitu club di sekitar sana sudah mulai rame. Haha.

3 Mei 2014
Hari terakhir. Paginya kami berenang di hotel. Dari kemarin kolam renangnya seperti memanggil-manggil kami.๐Ÿ˜› Kami pun berfoto-foto alay underwater menggunakan kamera yang dibungkus plastik khusus. Beres renang kami pun packing dan sarapan. Hari itu kami tidak punya rencana khusus, cuma jalan-jalan di sekitar kuta-legian saja.

Setelah sarapan, kami jalan ke pantai kuta. Akhirnya saya ke pantai kuta. Yeayy. Ekspektasi saya terhadap pantai kuta sangatlah rendah karena di review trip advisor semuanya bilang kuta itu terlalu rame dan kotor. Tapi untungnya pas saya kesana tidak separah yang saya bayangkan. Di kuta banyak yang sedang berselancar. Seru juga melihatnya. Siang itu panasnya luarr biasa, tapi para peselancar tetap semangat.

Tujuan kami selanjutnya adalah beachwalk mall. Letaknya tidak jauh dari pantai kuta. Saya ada janji ketemuan dengan teman sma saya yang sekarang kerja di bali. Kami makan siang disana. Untungnya kami diberi jatah late checkout sampai jam 2 oleh hotel.

ground zero

ground zero

Selesai makan, kami sempat mampir ke monumen ground zero sebelum pulang ke hotel. Dari daftar nama disana, mayoritas korban kebanyakan orang australia. Orang indonesia yang jadi korban sepertinya banyak yang pekerja. Sampai di hotel eh pintu kamarnya sudah nggak bisa dibuka karena kuncinya otomatis diset nggak bisa dipakai setelah jam 12. Kami pun minta dibukakan pintu. Siap-siap berangkat sambil menunggu vita dan ulan yang akan mengantar kami ke bandara.

Flight iponk jam 4 ke jakarta dulu karena nggak dapet tiket murah ke bandung sedangkan flight saya jam 6 langsung ke bandung. Menunggu waktu checkin saya duduk di ruang tunggu sambil ngemil-ngemil. Gedung bandaranya masih baru dan luas. Tapi pengalokasian boarding roomnya masih kurang oke. Sepertinya 1 boarding room menampung terlalu banyak flight. Banyak yang nggak kebagian kursi. Belum lagi kalau flightnya delay. Makin rame tuh boarding roomnya.

Untungnya flight saya on time. Dari boarding room disediakan bis untuk mengantar ke pesawat. Rupanya peswat baru benar-benar mendarat. Penumpangnya sedang turun. Agak serem juga ya, waktu istirahatnya nggak lama. Tapi untung saya selamat sampai di bandung. ^^

See you again Bali! Thank you for your hospitality๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s