Jalan-jalan Jogja (Lagi)

JOGJA!

Setelah proyek mangjoso beberapa tahun lalu, saya belum pernah kembali ke jogja. Dan lagi-lagi, karena impulsif, saya memutuskan untuk liburan ke Jogja saat libur natal tahun lalu.

25 Desember 2013

Berangkat dari Bandung pukul 07.00 dengan kereta yang alhamdulillah tepat waktu, saya sampai di Jogja sekitar pukul 15.00. Saya dijemput adik saya, Lia, yang kuliah di Jogja menuju asrama-nya. Disana sudah ada adik saya satu lagi, Tika, yang datang sehari sebelumnya. Karena kami mau pergi menggunakan motor, padahal kami ada 3 orang dan motornya cuma 1, adik saya pun sibuk telpon sana-sini mencari penyewaan motor yang masih available. Dan ujung-ujungnya malah dapet motor dari penyewaan tepat di sebelah asrama yang sebelumnya sudah didatangi tapi habis. Kalau nggak salah, harga sewanya 40ribu per hari. Kami pun segera meluncur ke Raminten, restoran yang cukup terkenal di Jogja. Terkenalnya mulai dari kemistisannya, pelayannya yang katanya banyak pria melambai, dan yang terutama karena menunya yang unik dengan harga murah meriah. Sampai di Raminten, saking ramainya kami pun masuk waiting list dulu. Setelah menunggu lumayan lama, kami akhirnya mendapatkan tempat. Bau menyan langsung tercium saat masuk ke bagian dalam restoran. Karena sudah kelaparan, langsung deh pesan makanannya. Saya pesan nasi liwet (3ribu rupiah saja sodara-sodara) dan susu jahe. Untuk rame-rame, saya pesan tempe mendoan dan ikan wader. Adik saya pesan masing-masing ayam bakar dan ayam rica-rica. Minumnya es jeruk nipis dan es krim bakar. Beginilah penampakan makanan yang kami pesan:

Susu jahe dihidangkan di gelas yang bentuknya seperti itu. Hahaha. Dan karena sudah tahu itulah sebenarnya saya pesan susu jahe. Mau nyicip susu langsung dari tempatnya. #plak Disini, makan bertiga habis 66ribu saja. Murah meriah dan rasanya juga nggak mengecewakan. Sayangnya saat itu banyak menu yang sudah habis. Jadi nggak bisa icip-icip lebih banyak lagi. Dan ternyata, mas-mas pelayannya nggak melambai seperti yang saya bayangkan. Sebelumnya saya membayangkan para pria gemulai menggunakan batik/kembenlah yang akan ditemui, tapi ternyata nggak ada tuh yang seperti itu.

Selesai makan, kami pun meluncur ke arah alun-alun utara. Kami sholat maghrib di Masjid Gedhe Kauman. Suasana alun-alun dan sekitarnya sangat ramai, apalagi saat itu ada sekaten. Saya kemudian ketemuan dengan Ananti & Gisca di sekitaran masjid. Setelah itu kami menyeberang ke area sekaten. Disana, ananti & gisca naik wahana ombak. Saya sih jadi penonton saja. Tapi kemudian setelah dibujuk-bujuk saya pun menyerah untuk ikut naik bianglala. Saya tidak terlalu takut dengan ketinggian, tapi saya sangat takut dengan kecepatan. Dan gara-gara itu setiap bianglala mulai berputar ke arah bawah, saya pun langsung merem untuk mengurangi rasa takut. Hahaha.

Selesai main-main, kami menuju rumah Ananti. Saya menginap di rumah Ananti, sedangkan adik-adik saya kembali ke asrama.

26 Desember 2013

Agenda hari ini adalah “Sehari di Dieng”. Ceritanya akan saya buatkan di post terpisah.๐Ÿ˜›

27 Desember 2013

Karena tepar setelah perjalanan panjang di Dieng, kami pun baru memulai aktivitas menjelang siang hari. Tempat yang pertama dikunjungi adalah Benteng Vredeburg. Saya kesana bersama Ananti, Gisca, dan 2 adik Ananti. Di Vredeburg, ada ruangan khusus yang memutar video mengenai sejarah benteng ini. Ruangan lain, isinya kebanyakan adalah diorama yang menceritakan masa perjuangan.

Setelah dari Benteng Vredeburg, kami meluncur ke Taman Pintar yang lokasinya tepat di sebelahnya. Di Taman Pintar, saya bertemu dengan adik saya. Sayangnya Taman Pintar hari itu super ramai. Kami pun jadi malas masuk karena antreannya yang panjang. Akhirnya kami langsung pergi ke Jejamuran, rumah makan yang menunya adalah olahan berbagai jenis jamur. Menu di jejamuran sangat beragam sehingga membuat kami bingung saat akan memesan. Hahaha. Rekomendasi saya, jangan melewatkan sate dan sop jamurnya. Jamur goreng penyetnya juga pedas mantap, cocok buat para penggemar pedas seperti saya. Minumannya juga macam-macam sekali. Salah satu yang unik adalah Summer Breeze, di dalam minuman tersebut ada jamur enoki-nya. Menurut saya, Jejamuran sangat memuaskan dari segi rasa, harga, tempat, maupun pelayanannya. Hanya saja lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Naik motor dari Taman Pintar ke Jejamuran cukup bikin tepos, padahal saya cuma dibonceng๐Ÿ˜›

Setelah kekenyangan di Jejamuran, kami kemudian meluncur ke Taman Pelangi. Taman Pelangi ada di komplek yang sama dengan Monumen Jogja Kembali (Monjali). Tapi karena sudah sore, Monjali-nya sudah tutup. Kami pun duduk-duduk di sekitaran situ menunggu malam dan lampu-lampu dinyalakan. Taman Pelangi ini isinya lampu hias dengan berbagai bentuk. Bisa dibilang versi mini dari taman lampion yang ada di Batu Night Spectacular (BNS) Malang yang pernah saya kunjungi. Di taman pelangi ada penyewaan mainan seperti sepeda gandeng, becak-becakan, kereta-keretaan, bola air bahkan flying fox. Tapi disana kami cuma foto-foto saja.

Setelah dari Taman Pelangi, kami meluncur ke Kalimilk yang ada di Kaliurang. Kalimilk ini salah satu tempat gaul nge-hits di jogja. Menu utamanya adalah susu dengan berbagai macam rasa. Saking nge-hitsnya, kami pun harus masuk waiting list dulu untuk bisa nyusu disini. Setelah menunggu beberapa saat, kami pun mendapatkan tempat. Di Kalimilk, ada 2 ukuran gelas yaitu medium dan gajah. Sesuai namanya, ukuran gelas gajah ini sangat besar. Harga susu disini sekitar belasan ribu. Selain susu, ada juga light meal seperti chicken wings, risoles, french fries, macaroni & cheese. Untuk yang agak berat, ada chicken blackpepper & beef teriyaki. Saya pesan kalimilk cookies yang ukuran medium saja karena masih cukup kenyang.

Jujur, menurut saya pribadi sih tempat ini overhyped. xD

28 Desember 2013

Hari ini hari khusus pantai. Akan saya tulis dalam 1 post khusus juga.๐Ÿ˜€ Ceritanya malam harinya aja ya. Jadi, di jogja ada tempat makan hits yang namanya Telap 12 (baca: telap twelep). Kalo bahasa jawa, itu ungkapan buat yang makannya lahap. Nah, si Telap 12 ini menjual mie instan, iya bener mie instan, yang disajikan persis sesuai bungkusnya. Penasaran dong pastinya. Kami kesana bareng orang tuanya ananti juga. Sayangnya karena sudah malam, menu yang tersisa tinggal rasa soto dan rendang. Tapi karena sudah terlanjur kesana, kami pun memesan apa yang ada saja. Ini dia tampilannya:

Rasanya? Ya rasa mie instan. Kok tanya lagi. Hahaha. Kreatif yang bikin tempat ini. Meskipun di tempat lain ada juga yang jual mie instan sesuai dengan bungkusnya, si Telap 12 ini saya kasih nilai lebih buat brandingnya. Selesai makan, kami meluncur ke alun-alun selatan. Kami nggak lama disini. Cuma liat-liat keramaian dan nyobain jalan di antara 2 beringin lagi, tapi saya nyerah di tengah-tengah. Haha.

29 Desember 2013

Hari terakhir liburan. T__T Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Pabrik Cokelat Monggo. Harapannya bisa lihat proses pembuatan coklatnya di workshop, tapi sayangnya saat kami datang mereka belum mulai kerja. Akhirnya cuma beli cokelatnya saja disini.

Dari Monggo, kami meluncur ke Pasar Beringharjo. Cari-cari batik disini, tapi susah cari yang sreg. Dasar picky xD Akhirnya nemu yang lucu di toko seberangnya Beringharjo. Mampir ke Mirota juga tapi nggak beli apa-apa. Setelah itu makan siang dan kembali lagi ke rumah Ananti. Packing karena malamnya mau pulang ke Bandung. Habis maghrib ke stasiun, nunggu kereta Malabar yang ternyata delay. Dan akhirnya liburan resmi berakhir saat kereta berangkat. Liburan yang menyenangkan karena hampir semua tempat yang diinginkan bisa dikunjungi. See you next time, Jogja!

3 thoughts on “Jalan-jalan Jogja (Lagi)

  1. Coba kembali lagi ke jogja nanti, keliling jogja dengan sepeda onthel ( jika belum pernah ), dan dapatkan suasana baru serta dapat melihat kota jogja dengan lebih dalam ( dekat ). Wajah-wajah kota akan banyak tersingkap, silahkan di coba. Keliling dengan saudara, teman dan orang yang sudah sangat tahu seluk-beluk kota jogja akan lebih baik dan menunjang kelancaran “blusukan” anda. Bagus isi blognya, jalan terus…lanjutkan.

  2. Jogja memang memiliki banyak wisata yg bisa dikunjungi.. Setiap yg datang ke jogja pasti akan kangen dengan Jogja dan ingin ke Jogja lagi dan lagi.. Dari luar kota yg ingin berlibur di jogja pasti juga harus mencari hotel untuk tempat tinggal sementara selama di jogja.. Ni ada info hotel murah jogja.. bisa di cek di link berikut http://dparagon.com/hotel-murah-jogja/ .. semoga membantu..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s