CT-103

Jadi tanggal 20 April lalu saya kena musibah, travel Jakarta-Bandung yang saya tumpangi terguling di Cipularang KM. 47. Ceritanya saya mau kembali ke Bandung setelah ada urusan kantor di Jakarta. Karena beberapa hari sebelumnya saya kurang tidur, saya pun tidur dengan pulasnya di mobil travel itu. Beberapa kali saya terbangun dan kemudian mengatur AC atau mengecek whatsapp. Sampai akhirnya saya terbangun karena mendengar teriakan. Dan ketika saya melihat ke arah depan saya sempat melihat ada mobil putih yang mengerem mendadak di depan mobil travel. Setelah itu, saya sempat mendengar suara rem dan tiba-tiba mobil berguling.

sempet foto dulu ^^;;;

Yang ada di pikiran saya saat itu cuma kapan mobil ini akan berhenti. Saya tidak sadar waktu itu posisi saya saat mobil berguling bagaimana. Sampai akhirnya mobil berhenti, posisi saya berpindah dari kursi di belakang sopir menjadi di sisi pintu. Ya, saat itu saya memang tidak menggunakan safety belt makanya saya terlempar ke sisi lain. Begitu mobil berhenti ada orang yang menyuruh kami para penumpang segera keluar dari mobil. Saya pun segera mencari barang bawaan saya untuk dibawa keluar. Sayangnya saya tidak berhasil menemukan hp yang sebelum kejadian saya letakkan di pangkuan saya. Karena saat itu saya melepas sepatu, kaki kiri saya terkena pecahan kaca. Saya akhirnya ganti sandal supaya lukanya tidak tergesek sepatu.

maap kalo termasuk disturbing picture ^^v

Setelah keluar, saya sempat memberitahu sopir dan orang-orang yang menolong kalau saya tidak berhasil menemukan hp saya. Dan sejujurnya saat itu saya sudah tidak berharap bisa menemukannya. Haha. Kami para korban pun kemudian sempat berkumpul di dekat pemisah jalur. Tapi kemudian berpindah ke pinggir jalan sekitar beberapa ratus meter dari lokasi kejadian untuk mencari tempat yang lebih teduh. Beberapa menit setelah kejadian saya sempat menelpon keluarga saya dengan hp tidak pintar yang selamat karena diletakkan di tas๐Ÿ˜›

Saat berteduh, saya sempat memposting foto di atas di facebook. Haha, teteup ya socmed nggak bisa dilepas. Gara-gara itu beberapa teman pun menelepon untuk menanyakan kabar. Maap bikin khawatir ^^v Sekitar 1 jam kemudian baru ada mobil ambulans jasa marga yang mendatangi kami. Kami dibawa ke rest area terdekat karena pihak travel menjanjikan mobil pengganti. Di rest area saya meminta luka saya diobati, tapi hanya diberi betadine. Setelah menunggu beberapa lama, ada mobil pengganti. Karena yang dimaksud sebagai mobil pengganti adalah mobil yang masih ada bangku kosong maka kami pun dibagi-bagi di beberapa mobil. Kami diantar sampai pul mereka di daerah DU. Dan tidak ada manajer atau siapapun yang bertanggung jawab untuk menerima kami. Hanya satpam yang kemudian menyarankan kami berobat masing-masing dan nanti biayanya minta diganti ke pihak mereka.

Akhirnya saya pulang dan berobat malam harinya ke RS Boromeus. Disana luka saya dibersihkan, termasuk mengeluarkan pecahan kaca yang masuk. Keesokan harinya saya berobat lagi di klinik dekat Annex karena badan saya pegal-pegal semua. Hari Senin saya dihubungi pihak mereka soal penggantian biaya berobat. Selasa saya ke kantor mereka dan menyerahkan kuitansi pengobatan termasuk melaporkan bahwa hp hilang. Orang yang menemui saya cuma bilang bahwa nanti akan dihubungi soal hp tersebut karena akan dilaporkan ke direksi. Tapi sampai sekarang belum ada tuh yang menghubungi saya lagi.

Alhamdulillah yang hilang cuma hp, dan saya masih dikasih kesempatan untuk hidup. Tapi sayangnya kejadian ini nggak jadi pelajaran buat si travel, buktinya setelah kejadian saya sempat ada kecelakaan lain lagi. Sekali sih musibah, tapi kalau sudah berkali-kali ya sudah susah mau percaya lagi. Kalo soal trauma, saya sih memerintahkan otak supaya nggak trauma. Tapi nggak tau ya apa badan bakal bereaksi kalau naik travel lagi. xD Sampai saat ini sih saya belum pernah naik travel lagi. Pertama kali lewat cipularang setelah kejadian itu adalah pas mau pulang ke lampung naik damri. Dan saat itu tingkat kewaspadaan saya setiap mobil ngebut atau ngerem meningkat pesat.๐Ÿ˜›

Oh iya bapak-bapak, ibu-ibu, mas mbak, akang teteh bisa nggak kalo ada kecelakaan travel apapun nggak usah pake nanya ke saya? Saya nggak bikin kliping kecelakaan travel loh, makasih ^^

One thought on “CT-103

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s