BagaNite

Bulan November lalu, saya dan keluarga mencoba cara liburan yang lain dari yang lain.๐Ÿ˜› Kami menginap di bagan selama semalam. Entah apa deskripsi yang paling cocok untuk bagan, tapi sepertinya bisa diartikan sebagai kapal penangkap ikan yang menggunakan jaring. Bagan ini milik salah satu saudara kami.

Kami berangkat sabtu sore, tanggal 17 November. Karena bagan ditinggal di tengah laut, kami naik perahu kecil dulu untuk mencapai bagan itu. Selain saya dan keluarga, pemilik bagan dan istri, ada sekitar 5 orang nelayan yang naik ke bagan. Setelah semuanya naik, bagan pun mulai dijalankan. Karena banyak perempuan yang ikut pada sat itu, maka bagan tidak dibawa terlalu jauh ke tengah laut. Padahal biasanya mereka bisa melaut sangat jauh ke tengah dan baru pulang beberapa hari kemudian.

Kira-kira setelah maghrib, jaring-jaring bagan mulai diturunkan. Lampu bagan dinyalakan untuk menarik perhatian ikan. Sambil menunggu ikan terkumpul, kami coba-coba memancing. Kebanyakan hasil pancingan yang didapatkan adalah cumi-cumi. Dan baru kali itu saya melihat cumi-cumi yang masih transparan. Biasanya kan kalau sudah di pasar, warnanya sudah menjadi putih keunguan. Cumi-cumi yang berhasil ditangkap kemudian langsung dimasak untuk makan malam saat itu. Ya, di bagan juga ada dapur.๐Ÿ˜€ Selain ada dapur, ternyata ada tv juga. Adik saya serius nonton tv setelah capek main pancing-pancingan. Hahaha.

Kurang lebih 3-4 jam setelah jaring diturunkan, ikan sudah mulai terkumpul. Jaring ditarik naik dan lampu bagan dimatikan. Saya kaget melihat banyaknya ikan yang berhasil ditangkap. Banyaaak sekali. Tidak lama, kapal sudah penuh dengan ikan-ikan. Sebagian besar ikan yang berhasil ditangkap itu akan dijadikan ikan asin. Dan ternyata, pembeli ikanlah yang mendatangi kapal. Semua ikan yang berhasil diperoleh dibeli sampai habis. Setelah itu, jaring diturunkan lagi untuk batch selanjutnya. Sayang, batch kedua hasilnya tidak sebanyak yang pertama. Memang untung-untungan bisa dapat ikan yang banyak atau tidak. Bahkan bisa saja walau sudah pergi semalaman tapi tidak mendapatkan ikan sama sekali.

Menjelang tengah malam, saya sudah tidak sanggup mengamati proses penangkapan ikan. Saya mulai mabuk laut karena angin laut cukup kencang dan saat itu juga hujan. Saya salut kepada para nelayan seperti mereka yang bisa semalam suntuk bekerja dengan kondisi seperti itu. Malam itu, mereka melakukan penangkapan ikan sebanyak 3 batch, total ikan yang diperoleh sekitar 6 ton. Luar biasa banyaknya. Tapi setelah dikurangi biaya operasional dan bagian untuk pemilik bagan, uang yang bisa dibawa pulang oleh masing-masing nelayan tidak sampai 100ribu atau bahkan 50ribu.๐Ÿ˜ฆ

Secara garis besar, apa saja yang saya lakukan di bagan bisa dilihat di video berikut ini:

Pulang dari sana, saya masuk angin. Hahaha. Tapi selain itu, kami dibawakan ikan dan cumi-cumi yang sangat banyak yang akhirnya dibagi-bagi ke saudara dan tetangga. What a great experience๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s