Ngerinya Bandung

Sudah 5 tahun saya di Bandung, dan semakin kesini rasanya Bandung semakin nggak aman. Dulu waktu jaman TPB (2007), saya masih berani pulang malam dari kampus cuma untuk sekedar internetan. Saya sering baru pulang jam 10 malam dan nggak merasa takut. Tapi sekarang, kalau bisa sebelum maghrib pengennya sudah ada di kosan. Agak males naek angkutan umum, alat transportasi utama saya, kalau malam hari. Kenapa? Seperti yang saya bilang, Bandung sudah nggak seaman dulu. Sering sekali saya mendengar berita kriminal di Bandung baik dari media ataupun cerita dari orang-orang di sekitar saya. Intensitasnya jauh bertambah dibanding dulu, dan ketegaan pelaku kejahatan pun bertambah. Lokasinya pun kadang ternyata adalah tempat yang sering saya lewati.

Tindakan kriminal ini sangat bervariasi, ada pencopetan di kendaraan umum, pembajakan angkot (kedengeran nggak masuk akal kan, but it’s real…), penganiayaan (bahkan sampai pembunuhan) oleh geng motor, pencurian motor, dll. Kejadiannya pun nggak pilih waktu, pagi siang atau malam hari semuanya mungkin. Saya sendiri pernah 2 kali seangkot dengan komplotan pencopet yang sama. Kejadian pertama pernah saya tulis di blog ini. Kalau mau baca silakan buka di link ini. Kejadian kedua, terjadi beberapa bulan setelahnya. Saya naik angkot dari Bale Endah menuju Kalapa. Kebetulan waktu itu saya sama teman saya. Di tengah perjalanan, ada beberapa orang yang naik angkot. Di awal saya belum sadar, tapi lama kelamaan saya merasa sepertinya pernah melihat mereka dan akhirnya saya curiga mereka adalah komplotan pencopet yang waktu itu. Dan yak betul saja dugaan saya, orang di sebelah saya mulai membuka jendela. Saya curiga, orang yang di sebelah teman saya yang akan jadi korban. Dan secara refleks, tangan saya tiba-tiba ke belakang dan seperti mendorong tangan orang itu supaya tidak membuka jendela. Well, sebenarnya saya kaget dengan apa yang saya lakukan. Orang itu pun marah dan bertanya kenapa saya menghalangi dia membuka jendela bahkan mengangkat tangannya seolah-olah mau menampar saya. Tau apa yang komplotannya lakukan? Mereka bilang “ih orang aneh, cewek kok mau ditampar!”. Weyy, kayak saya nggak tau mereka sekomplotan aja. Ckckck. Nggak lama kemudian, orang di sebelah saya turun. Komplotannya pun secara berurutan turun di tempat yang berbeda. Sejak itu saya jadi agak malas naik angkutan umum untuk jarak yang cukup jauh dan di daerah yang tidak terlalu saya kenal. Soal pembajakan angkot yang kemudian pelakunya mengambil barang-barang penumpangnya bisa dibaca disini. Dan reaksi polisi soal itu? ……. (isi sendiri, saya malas berkomentar)

Geng motor, walaupun saya belum pernah lihat/ketemu langsung (dan jangan sampe deh) berita soal mereka mengacak-acak minimarket, mengeroyok orang, merampok motor, dll sudah banyak dan mengerikan. Katanya sih di Jl. Tamansari belakang ITB agak rawan tuh. Karena gelap, ada yang suka diikuti geng motor kemudian motornya diambil secara paksa. Baru-baru ini saja, orang kantor ada yang motornya dirampok setelah sebelumnya diikuti. Pelakunya entah geng motor atau memang itu profesinya. Dia sudah diikuti dari jauh, di Suci baru dipepet dan dimintai semua barang-barangnya. Motor, dompet, hp, semuanya. Dia dipukuli sampai babak belur dan dibawa ke tempat yang cukup jauh kemudian ditinggal alias dibuang. Ngeri >.<

Yang bisa kita lakukan sekarang ya cuma menghindari semoga hal-hal itu nggak sampe kejadian ke kita, untuk anak kosan seperti saya misalnya sebisa mungkin nggak pulang malam. Kalaupun pulang malam, ya jangan sendirian. Karena malam hari sepertinya adalah waktu yang paling rawan karena relatif lebih sepi daripada siang. Jangan main hp atau mengeluarkan barang-barang yang menarik perhatian pencopet di tempat umum. Dan yang pasti, banyak-banyak berdoa semoga selalu diberi keselamatan.

Semoga pihak-pihak yang berwenang dapat lebih tanggap menanggapi kasus-kasus yang terjadi belakangan ini dan bisa memberi ketenangan pada masyarakat.

Btw, adakah nomor darurat yang bisa dihubungi jika ada kejadian seperti ini di sekitar kita? Misalnya seperti 911 di Amerika. Dan apakah tindakan mereka memang sigap atau nomor itu ada hanya sebagai aksesoris?

5 thoughts on “Ngerinya Bandung

  1. Ngeri juga ya, bener tu, kalau mau keluar rumah baca do’a : Bismillahi amantubillah tawakaltu ‘alallah, lauhaulawalaquwata’ilabillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s